Miris!! Ungkap Fakta” Pendamping Korban Bullying Di MTs AL-FURQAN RAWI, Angkat Bicara

Traspos.id. Kalianda Lampung Selatan – Korban berinisial F seorang Siswi kelas 1 B di Madrasah Tsanawiyah AL-FURQAN RAWI yang terletak di depan Balai Desa Rawi Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan itu yang menjadi korban diduga Bullying yang sempat terjatuh dari lantai 2 di Gedung sekolah tersebut. Sehingga korban mengalami luka memar dan bengkak di bagian paha kaki sebelah kirinya dan luka dibagian kepala depannya. Peristiwa terjadi pada Hari Kamis (4/1/24).

Kejadian tersebut bermula pada Ejekan atau Ledekan teman-teman sebaya F. Dan ia sempat dilarikan ke Puskemas Penengahan terdekat dan ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda Lampung Selatan, pada saat itu juga.

Kendatidemikian, Keluarga korban mengkuasakan dalam pendampingan masalah tersebut kepada seorang Aktivis yang sudah malang melintang di Dunia Hak Azasi Manusia (HAM) yang bernama Saiful Naim (Kang Ai) dalam sapaan akrabnya.

Maka ia pun membenarkan kronologi kejadian tersebut, dan ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan agar senantiasa peduli terhadap Kemanusian serta sesegera mungkin dalam merespon secara cepat terhadap korban Bullying anak dibawah umur dan lain sebagainya, yang terkandung dalam PANCASILA di Sila ke Empat (4) KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN, DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN.

Oleh sebab itu kang Ai menyampaikan bahwa, “ya sebetulnya saat itu dari proses belajar mengajar, kemudian ada suatu kejadian yang Bullying. Karena salah satunya juga dunia pendidikan ini lagi perang terhadap Bully ini begitu ya, jadi tidak boleh. Karena menyangkut pundamental dan fisikologisnya di acak-acak, itu enggak boleh seperti itu” terangnya.

Menurut kang Ai, “sehingga terus terang Adik ini (F) tertekan secara fisikologisnya, dan Drop mungkin kebingungan. Dan pada waktu itu tidak ada kepekaan, karena dari pihak sekolahan tersebut juga tidak bertanya dan mencari tau, ada apa yang terjadi.”

“Pada akhirnya F ini murung dan berupaya menghindari Ejekan teman-teman sebayanya, sehingga F ini terjatuh di lantai dua (2) di gedung sekolahan tersebut. Setelah itu, dalam penanganan nya pun pihak sekolahan itu reponsipnya terhadap seorang anak murid nya. Ini kami pandang tidak dilakukan dengan langkah yang cepat,” tegasnya.

Lanjut kang Ai katakan, “akhirnya pada waktu itu saya dan pihak keluarga korban ini (F), kita bermohon terhadap Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan Lampung Selatan, untuk bagaimana F ini segera di tanganni,” tuturnya.

Tambahnya lagi, “sebab ini terkait Fisikologisnya, maka kami mohon dan di bantu, untuk mengembalikan kemaksimalannya kembali, sebagaimana pertanggung jawabannya terhadap Negara Pancasila ini, dan masa depan anak Bangsa” katanya.

Kemudian paparnya lagi, “dan pada akhirnya, respon Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan tersebut, itu juga bagus, karena berinisiatif mengirimkan Advokat, suatu bentuk bantuan Hukum nya F ini, dan mendampingi keluarga korban, secara Fisikologis dan Pemerintah Lamsel sangat bagus ada ADVOKAT nya untuk menangani hak Hukumnya dari pihak keluarga korban F ini.”

“Bahwa ada dugaan terjadi Bullying di sekolahan tersebut, baik di sekolahan itu mengetahui atau tidak, akan tetapi ini terjadi didalam ranah belajar mengajar di kegiatan sekolah tersebut.”

“Dan Alhamdulillah tadi setelah sudah musyawarah semua. Pada akhirnya berjalan dengan baik semua ya, karena bentuk kepedulian dan kemanusian, maka perwakilan dari Dinas Sosial Lampung Selatan juga tadi hadir, dan sepakat, untuk menaganni dalam hal ini, dan saya pun mendampingi perwakilan dari pihak keluarga korban (F).”

“Dan saya hanya meminta kepada Pemerintah dan Dinas terkait dan termasuk dari pihak sekolahan tersebut, yaitu yang pertama adalah untuk secara Fisikologis, bagaimana pun harus ditangani. Karena bahkan ada obrolan kemaren itu, salah satu Oknum kami duga ada obrolan yang bahasanya ke F ini, bahwa ‘ngomong aja ke peleset’.

“Nah itukan sangat tidak baguslah bahasa seperti itu. Karena itukan suatu menutupi Fakta yang sebenarnya, artinya itu repot nantinya kita mengurus bagaiman apa yang terjadi.”

“Tetapi Alhamdulilah tadi sudah bermusyawarah dengan baik, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sudah membantu, bahkan dari Dinas Sosial pun sudah memberikan Support yang Baik,” jelas Kang Ai.

Ditanya terkait dari pihak sekolahan, apakah sudah membantu dan berupaya semaksimal mungkin.

Sehingga kang Ai pun menerangkan bahwa, “ya kalau dari pihak sekolahan tadi menyampaikan ke saya, bahwa katanya nanti kita akan berkunjung dan akan membantu semaksimal mungkin kata pihak sekolan tadi, dan lingkungan pun sudah di kondisikan tadi, serta akan mendatangkan dari pihak keluarga terkait pembully, dan di fasilitasi oleh pihak ADVOKAT yang di tunjuk dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Lamsel,” pungkas Saiful Naim (Ai). (HR/Ali Lamsel).

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights