Kejari Lamongan Segera Proses Laporan Dugaan Korupsi Desa Sumberbendo

Lamongan, transpos.id – Meski sudah banyak oknum pejabat atau Kepala Desa di bumi Lamongan dijebloskan ke penjara oleh aparat penegak hukum lantaran kasus dugaan korupsi.

Namun hal itu tidak sedikitpun membuat efek jerah bagi para pelaku koruptor untuk mencari keuntungan lebih besar pengerjaan proyek yang disuntik dari dana APBD maupun APBN.

Terbukti, berdasarkan pantauan serta informan yang dihimpun awak media ini di lapangan masih banyak ditemukan bangunan yang tak sedap dipandang dan diduga menyimpang dari bestek khususnya di perdesaan.

Seperti halnya proyek pembangunan jembatan di Desa Sumberbendo, Kecamatan Mantup yang bersumber dari Dana Desa (DD) senilai Rp 457.776.000.

Masalahnya, menurut masyarakat setempat mengatakan proyek itu disinyalir sarat dugaan penyimpangan alias Mark-up. Hal itu dapat dilihat dari segi pengerjaan yang dimulai pada bulan Juni dan seharusnya rampung pada bulan Oktober 2023, namun pengerjaan itu molor hingga 2024.

Tentunya hal ini menandakan peran perencana dan pengawas cacat atau gagal dalam sebuah pekerjaan, serta diduga akibat gagalnya perencanaan dalam mengkaji situasi dan kondisi dilapangan sehingga pekerjaan tersebut tidak terkoordinir.

“Akibatnya pengerjaan itu dikebut agar cepat selesai dan diduga tanpa memperhatikan aturan serta petunjuk teknis yang ada atau menyimpang dari rancangan anggaran belanja (RAB),” ungkapnya.

Masyarakat juga mengungkapkan, selain pengerjaan proyek tersebut juga masih banyak lagi bangunan proyek yang bersumber dari APBD maupun APBN yang diduga menyimpang dan diduga hanya jadi ladang keuntungan tanpa memperhatikan mutu dan kualitas bangunan.

Buktinya, banyak pengerjaan proyek baik tembok penahan tanah, jalan rabat beton atau bangunan fisik lainnya, baru dikerjakan sudah banyak yang rusak.

Menyikapi hal ini, tentunya masyarakat setempat tidak tinggal diam dan melaporkan maraknya Dugaan penyimpangan dalam penggunaan keuangan Desa Sumberbendo ke Kejaksaan Negeri Lamongan.

“Berharap laporan itu segera ditindaklanjuti dan segera dilakukan pemeriksaan terhadap Kepala Desa Sumberbendo Jumali selaku pengguna anggaran,” tandas masyarakat.

Sementara Hingga berita ini diterbitkan Kepala Desa Sumberbendo Jumali belum bisa dikonfirmasi wartawan ini.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Lamongan MHD Fadly Arbiy, pada awak media ini menegaskan,” pihaknya pasti akan menindaklanjuti setiap laporan pengaduan masyarakat yang masuk, Khususnya laporan dugaan korupsi yang terjadi di Desa Sumberbendo tersebut,” tandasnya.

Masyarakat tentunya sangat berharap pada Kejaksaan Negeri Lamongan, jika nantinya dalam proses pemeriksaan ditemukan pelanggaran hukum atau kerugian negara, oknum-oknum yang terlibat dalam penanganan proyek tersebut harus dijerat dengan undang-undang yang berlaku.

“Agar ada efek jerah bagi oknum-oknum perangkat desa lainnya yang bermain proyek yang didanai negara atau dana desa (DD),” tandas masyarakat.(tim)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights