Kabupaten Tuban Jadi Sarang Mafia Tambang, Pihak Terkait Diduga Terima Upeti

Tuban,transpos.id – Bebasnya tambang yang diduga ilegal masih banyak terlihat di Kecamatan Palang, seperti yang nampak di Desa Singget dan Desa Lainya di wilayah Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Galian limston dan Batu Kapur yang diduga ilegal tidak memiliki Izin ini tampak seakan ada pembiaran dari Aparat Penegak Hukum (APH), nyatanya galian tersebut masih aman-aman saja beroperasi.

Dari keterangan sopir dam truk saat dikonfrimasi terkait siapa pengelola mengatakan,” punya pak sakum mas, asli orang singget,” ucapnya.

Lebih lanjut awak media mencoba konfirmasi kepada ceker, namun ceker tersebut tidak ada ditempat. Tidak hanya di Desa Singget, di Desa Wangun.

Seperti daerah Gunung Suci yang berada di Dusun Suci, Desa Wangun, Kec.Palang. Galian yang diduga ilegal tersebut yang dikelola dua pengusaha atas nama Mahmud dan Yono.

Mirisnya dari beberapa alat berat yang digunakan galian tersebut mayoritas dengan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi.

Menyikapi galian yang diduga ilegal tersebut membuat masyarakat pertanyakan kinerja wakil rakyat serta pemerintah kabupaten Tuban selama ini.

“Jika penambangan itu tidak sesuai aturan, lantas kenapa pemerintah daerah Kabupaten Tuban selama ini terkesan bungkam dan tutup mata,” ujar beberapa masyarakat.

Selain itu, terkait persoalan ini tentunya beberapa masyarakat juga kecewa dengan kinerja aparat Kepolisian Polres Tuban yang dinilai mandul dalam menindaktegas para penambang diduga ilegal tersebut.

Padahal sudah jelas, terkait maraknya praktik penambangan diduga ilegal itu, aparat penegak hukum bisa menjerat para pelaku penambangan ilegal tersebut dengan dikenakan Pasal 17 Ayat 1 Jo.

Pasal 89 Ayat 1 dan 2 UU Nomor: 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 Tahun dan pidana denda paling banyak Rp.50 Miliyar.

Atau Penyidik juga bisa untuk menggunakan Pasal 98 dan/atau Pasal 109 Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ancaman penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda maksimal Rp15 miliar.

Selain itu, beberapa hari kemarin Kabupaten Tuban diguncang gempa, hingga mengakibatkan kerusakan beberapa rumah serta kepanikan masyarakat.

“Memang bencana tersebut tak lepas dari takdir sang maha pencipta, namun hal ini juga diduga tak luput dari ulah para manusia rakus yang melakukan penambangan ilegal di wilayah tersebut yang kian ngawur,” ungkap masyarakat.

Jadi dalam hal ini, masyarakat menyimpulkan, suburnya penambangan diduga ilegal di kabupaten Tuban tersebut.

Pastinya diduga ada oknum-oknum yang bermain untuk mencari keuntungan baik pribadi maupun kelompok.

Sehingga peran pemerintah daerah setempat tampak bobrok dalam menyikapi persoalan tersebut. Dan akibatnya hukum di Negeri ini layaknya jaring laba-laba.

“Alias hanya dapat menjaring masyarakat kecil yang melanggar hukum saja. Namun seolah tak mampu menangkap mereka yang punya modal besar,” tandas masyarakat.(tim)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights