Menu

Mode Gelap
Momentum HUT Jakarta Ke-497 Tahun, Ketua DPD AWPI Provinsi DKI Jakarta Minta SKPD Perkuat Koordinasi Bawa Kabur Hp, Seorang ABG Diringkus Tekab 308 Polsek Natar Danrem 151/Binaiya Berikan Pengarahan kepada Prajurit dan PNS AD Langkah Pencegahan Dini dan Deteksi Dalam Perspektif Judi Online dan Peminjaman Online Wujud Penghormatan kepada Pahlawan Kusuma Bangsa, Kodim Bojonegoro gelar Upacara Tujuh Belasan Dandim 0813 Bojonegoro Resmikan Gedung Baru Markas Koramil Baureno DPP AMI ; Salah Satu Klinik Kecantikan Mengeluarkan 16 Produk Kosmetik Tanpa Ijin Edar BPOM Dikarenakan Ketidak Profesional dan Kebobrokan Kinerja Dinas Kesehatan Lamongan

BERITA

Bebasnya Jual Beli Hasil Minyak Mentah Desa Plantungan Diduga Tak Berijin, APH dan Pemkab Blora Diduga Mandul

badge-check


					Bebasnya Jual Beli Hasil Minyak Mentah Desa Plantungan Diduga Tak Berijin, APH dan Pemkab Blora Diduga Mandul Perbesar

Blora,transpos.id – Ramainya pemberitaan terkait pengelolaan sumur bor desa Plantungan, sumur bor yang menghasilkan minyak mentah yang di perjual belikan dengan bebas diduga tanpa ada perijinan yang sah dari dinas terkait kabupaten Blora.

Pasalnya, dari beberapa tanah warga yang akan melakukan pengeboran sumur bor, nampak terlihat beberapa sumur bor di lokasi Desa Plantungan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Kamis (30/5/2024).

Nyatanya dari beberapa pemberitaan atau pengaduan masyarakat (Dumas) Aparat Penegak Hukum dan dinas terkait seakan tutup mata diduga mandul dalam menegakkan hukum.

Hanya dengan ijin Pemerintah Desa setempat dengan surat keterangan, bahwa warga tersebut akan melakukan pengeboran sumur bor air kedalaman 60 meter dengan diameter alat bor 4,5 untuk dipergunakan pengairan perkebunan dan ditanda tangani oleh Kepala Desa Plantungan Endang Susana.

Namun nyatanya hasil sumur bor tersebut mengandung minyak mentah dan di perjual belikan dengan bebas. Bisnis jual beli minyak mentah tersebut diduga di ketuai oleh Pipin suami dari Kepala Desa Plantungan.

Dari keterangan salah satu pembeli yang enggan disebut namanya mengatakan,” Disini hanya sistem lelang mas, harus deposit dulu, baru bisa dapat barang,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, masyarakat yang tidak mau disebut namanya menjelaskan, bahwa dalam kegiatan ini hanya di kelola oleh BUMdes, hanya ijin Pemdes dengan surat keterangan pengeboran sumur bor air.

Tidak hanya itu saja, dari hasil penjualan minyak mentah tersebut dengan keterangan pembagian hasil 35% Investor, 25% Pengelola, 15% Pemilik tanah, 10% Pades, 10% Bagi rata, 5% Suguh tamu,” jelasnya.

Sehingga semakin terang terangan dalam bisnis tersebut di duga tanpa ada perijinan yang sah dari Pemerintah Daerah maupun Dinas dinas terkait. Seperti adanya dugaan upeti yang masuk di APH maupun Dinas terkait yang tersistematis, nyatanya sekian lama bisnis tersebut aman-aman saja.

(Irul)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Momentum HUT Jakarta Ke-497 Tahun, Ketua DPD AWPI Provinsi DKI Jakarta Minta SKPD Perkuat Koordinasi

19 Juni 2024 - 21:16 WIB

Bawa Kabur Hp, Seorang ABG Diringkus Tekab 308 Polsek Natar

19 Juni 2024 - 17:16 WIB

Danrem 151/Binaiya Berikan Pengarahan kepada Prajurit dan PNS AD Langkah Pencegahan Dini dan Deteksi Dalam Perspektif Judi Online dan Peminjaman Online

19 Juni 2024 - 15:17 WIB

Wujud Penghormatan kepada Pahlawan Kusuma Bangsa, Kodim Bojonegoro gelar Upacara Tujuh Belasan

19 Juni 2024 - 15:07 WIB

Dandim 0813 Bojonegoro Resmikan Gedung Baru Markas Koramil Baureno

19 Juni 2024 - 13:25 WIB

Trending di BERITA