Peran Strategis Media dalam Pengembangan Agroeduwisata Lampung Selatan

Lampung Selatan, Transpos.id. – agroeduwisata Kabupaten Lampung Selatan dengan model pentahelix (pemerintah, akademisi, sektor swasta, komunitas, dan media), peran sektor media dan jurnalis sangat krusial sebagai penghubung, penyebar informasi, dan pengawal keberlanjutan program. Berikut adalah peran mereka yang mendukung dan selaras dengan keempat pihak lainnya:

1. Sebagai Wadah Komunikasi dan Promosi Terpadu

– Bekerjasama dengan pemerintah: Menyebarkan kebijakan, program, dan agenda strategis agroeduwisata secara luas, seperti kajian BRIN tentang potensi daerah dan kerja sama dengan sektor swasta seperti El John Indonesia. Media juga dapat membantu mempromosikan event-event agroeduwisata seperti Farm Day Lampung untuk menarik wisatawan dan investor.
– Kolaborasi dengan akademisi: Menyajikan hasil penelitian dan inovasi pertanian secara mudah dipahami masyarakat, seperti teknologi smart farming atau metode budidaya yang ramah lingkungan. Hal ini dapat meningkatkan literasi masyarakat dan mendukung hilirisasi produk unggulan daerah.
– Mendukung sektor swasta: Membantu mempromosikan produk dan layanan agroeduwisata yang ditawarkan oleh pelaku usaha, seperti paket wisata edukatif, produk olahan pertanian, dan homestay berbasis komunitas. Media sosial dapat digunakan untuk membangun brand awareness dan menarik target pasar yang tepat.
– Mewakili suara komunitas: Menyajikan cerita dan pengalaman masyarakat petani serta pelaku ekonomi lokal yang terlibat dalam agroeduwisata. Hal ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan memperkuat rasa memiliki terhadap program yang sedang berjalan.

2. Sebagai Pengawal Kualitas dan Keberlanjutan

– Melakukan verifikasi informasi: Memastikan bahwa semua informasi yang disebarkan tentang agroeduwisata akurat dan transparan, mulai dari fasilitas yang tersedia hingga manfaat yang diperoleh oleh masyarakat.
– Mengawal implementasi kebijakan: Memantau dan melaporkan perkembangan implementasi program agroeduwisata, termasuk tantangan yang dihadapi dan solusi yang dapat dilakukan. Hal ini dapat mendorong pihak terkait untuk terus meningkatkan kualitas program.
– Mendorong keberlanjutan: Menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan pelestarian budaya lokal dalam pengembangan agroeduwisata. Media dapat mengangkat isu-isu seperti konservasi ekosistem, pemberdayaan perempuan petani, dan pengentasan kemiskinan melalui sektor pariwisata.

3. Sebagai Fasilitator Partisipasi Masyarakat

– Mengumpulkan masukan dan umpan balik: Media dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk memberikan masukan, kritik, dan saran tentang pengembangan agroeduwisata. Hal ini dapat membantu pihak terkait untuk membuat keputusan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
– Membangun komunitas: Melalui platform media sosial, dapat membangun komunitas yang terdiri dari petani, akademisi, pelaku usaha, dan wisatawan yang memiliki minat pada agroeduwisata. Komunitas ini dapat menjadi tempat berbagi pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide baru untuk mengembangkan sektor ini. (red) Bersambung…

Tinggalkan Balasan