Lampung Selatan, Transpos.id. – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Sosial bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak musibah angin puting beliung yang disertai hujan deras di Dusun Sekurip, Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, pada hari Jumat, 13 Februari 2026 sekitar pukul 17.50 WIB.
Angin kencang yang datang secara tiba-tiba dan berlangsung kurang lebih lima menit tersebut mengakibatkan enam rumah warga serta satu kandang ternak sapi mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon besar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan, Siswanto, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dari pemerintah desa dan masyarakat.
“Begitu menerima laporan, kami langsung menyiapkan bantuan logistik untuk penanganan awal”.
“Data sementara yang kami terima kemarin ada lima KK, karena kondisi hujan deras sehingga pendataan belum maksimal,” ujar Siswanto saat turun langsung ke lokasi, Sabtu (14/2/2026).
Dinas Sosial menyalurkan paket sembako kepada warga terdampak. Pihaknya juga siap melakukan verifikasi lanjutan jika terdapat tambahan laporan dari pemerintah desa.
“Dinas Sosial fokus pada penanganan darurat logistik. Sementara untuk perbaikan rumah dan infrastruktur menjadi kewenangan dinas teknis terkait serta BPBD sesuai tugas dan kebijakan masing-masing”, tambahnya.
Selain penyaluran bantuan, tim Dinas Sosial bersama Pemerintah Kecamatan Penengahan, Pemerintah Desa Kuripan dan BPBD Kabupaten Lampung Selatan turut bergotong royong membersihkan puing-puing dan reruntuhan atap rumah warga.
Siswanto juga menyampaikan bahwa pihaknya didukung oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang berjumlah sekitar 50 personel dan tersebar di 17 Kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan. Di Kecamatan Penengahan sendiri terdapat Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang aktif membantu koordinasi penanganan sosial kebencanaan.
Kepala Desa Kuripan, Suhatsyah, mengapresiasi respons cepat Dinas Sosial, BPBD serta Camat Penengahan Hermawan yang langsung hadir di tengah masyarakat.
“Kehadiran pemerintah di lokasi bencana ini sangat berarti bagi warga. Walaupun kita memiliki keterbatasan, kekompakan antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa menjadi bukti bahwa masyarakat tidak sendiri menghadapi musibah”, ungkapnya.
Hal senada disampaikan warga terdampak, Jafar Sariya. Ia mengaku bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
“Alhamdulillah Pemerintah Desa, Pak Camat, Dinas Sosial dan BPBD langsung hadir membantu kami. Kami merasa diperhatikan dan sangat terbantu”, ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Sekurip, Bahtiar, menjelaskan angin puting beliung datang dari arah utara ke selatan dan berputar selama kurang lebih lima menit. Enam pekarangan rumah terdampak, dengan rincian tiga rumah mengalami kerusakan sedang, tiga lainnya rusak ringan serta satu kandang ternak sapi turut terdampak.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan, Puji Sukanto, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang di wilayah permukiman.
“Musibah bisa datang kapan saja. Karena itu masyarakat perlu melakukan tindakan pencegahan dengan memperkuat struktur bangunan serta menyiapkan kesiapsiagaan keluarga”, tegasnya.
Puji menjelaskan sejumlah langkah antisipasi, diantaranya memastikan atap dan plafon rumah terpasang kuat agar tidak mudah terlepas saat tertiup angin. Warga juga diminta memangkas atau menebang pohon yang sudah rapuh di sekitar rumah guna mencegah risiko tertimpa.
Selain itu, barang-barang di luar ruangan seperti jemuran, pot tanaman dan furniture taman sebaiknya diamankan agar tidak menjadi benda berbahaya saat terbawa angin. Celah pada pintu dan jendela perlu ditutup rapat untuk mencegah tekanan angin masuk ke dalam bangunan.
Saat angin kencang terjadi, masyarakat diminta segera berlindung di dalam bangunan yang kokoh dan menjauh dari jendela kaca maupun dinding terluar. Aliran listrik dan gas sebaiknya dimatikan untuk mencegah risiko kebakaran akibat korsleting atau kebocoran.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak berteduh di bawah pohon besar, tiang listrik, papan reklame atau bangunan tinggi saat berada di luar ruangan. Warga diminta rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG maupun BPBD setempat.
Dengan sinergi dan kesiapsiagaan bersama, diharapkan dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan serta keselamatan masyarakat tetap terjaga.(red/Hb)









