Transpos.id., Lamsel – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lampung Selatan menggelar Penyuluhan Sadar Wisata, Penerapan Sapta Pesona dan Sadar Wisata Bagi Pengelola dan Masyarakat sekitar Destinasi Wisata di Pantai Onaria Desa Tri Dharmayoga Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (22/8/2023). Kegiatan ini dilakukan demi memajukan sektor pariwisata dibarengi Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional karena sudah memilik izin operasional.
Penyuluhan Sadar Wisata bagi pengelola dan masyarakat setempat tersebut di hadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan, Drs. M. Darmawan, M.M, selaku narasumber, Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Syaifuddin, S.E., MIP beserta jajaran, Camat Ketapang Rendy Eko Supriyanto, S.STP, Narasumber kedua Kuat Heriawan yang akrab disapa Pipih, Kades Tri Dharmayoga I Made Ardana, Ketua Pokdarwis Pantai Onaria Komang Arganta, aparatur desa setempat dan masyarakat.
Dalam sambutannya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lampung Selatan, Drs. M. Darmawan, M.M menyampaikan Disparbud Lamsel melakukan pembinaan dan pengembangan potensi-potensi wisata di Kabupaten Lampung Selatan. Dan untuk diketahui objek wisata pantai saat ini ada 46 objek wisata di Lampung Selatan.
Itu belum termasuk objek wisata rohani, alam dan objek wisata buatan lainnya dan kuliner sangat banyak sekali yang tersebar berbagai kecamatan Kabupaten Lampung Selatan.
“Kenapa Pemkab Lamsel mau mengembangkan wisata bukan yang lain? Ternyata kalau kita memiliki tambang batubara, kita gali terus menerus untuk dijual maka akan habis dan sulit, maka akan mencari alternatif lain untuk pengganti sumber terbarukan. Nah! Kalau dengan wisata, semakin kita eksplorasi semakin berkembang dan maju. Dan keuangan pengelola semakin banyak, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat, ” kata Kadis Darmawan.
Lebih lanjut, Kadis Darmawan memaparkan saat ini Kementerian pun sudah menyemangati desa-desa wisata di Indonesia. Mulai dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengadakan lomba Anugerah Desa Wisata Indonesia. Ada sebanyak 5 ribu-an desa wisata yang diseleksi. Dan hanya ada 75 desa yang masuk kategori baik, maju dan berkembang desa wisatanya.
“Di Kabupaten Lampung Selatan ada satu desa yang masuk kategori itu, yakni Desa Kelawi yang terkenal dengan Pantai Minang Rua. Dan pada tanggal 27 nanti akan ada pengumuman, masuk kategori mana Lampung Selatan tersebut. Apakah masuk kategori Muri, atraksinya maupun lembaganya. Untuk itu nanti tolong dibantu like, share dan Subscribe tentang desa wisata di Lampung Selatan. Nanti dikirim linknya oleh Pak Kabid melalui Pak Kades untuk kemajuan Lampung Selatan, ” Tambahnya.
Selain, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, juga ada Kementerian Desa mengadakan Lomba Desa Wisata. Dan kita harapkan objek wisata Pantai Onaria Desa Tri Dharmayoga harus dimasukkan lomba desa wisata di Kementerian Desa. Jika sudah dapat penghargaan dari dua Kementerian tersebut sudah masuk kategori standar untuk dikunjungi wisatawan.
“Untuk mencapai hal tersebut harus kerjasama yang baik antara masyarakat, Pokdarwis dan Pemerintah Desa untuk memajukan destinasi wisata Pantai Onaria dengan budaya gotong-royong. Sehingga hal sulit pun bisa terpecahkan, ” Ujarnya.
Masih dikatakan Kadis Darmawan mengingatkan untuk memperkuat dasar hukum objek wisata Pantai Onaria. Karena menurut keterangan Pak Kades, lahan Bumi Perkemahan Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Lampung. Agar dibuatkan surat kerjasamanya hitam diatas putih. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, ketika sudah mulai maju kedepannya.
“Kepada pihak pengelola dan Pemdes Tri Dharmayoga untuk segera membuatkan Surat Kerjasama sebagai dasar hukumnya. Untuk apa? Sebagai antisipasi kemudian hari jika ada persoalan. Sudah maju di ambil atau ditarik pengelolaannya. Maka segera dibuatkan Surat Kerjasama tentang pengelolaan kerjasamanya seperti apa? Bagi hasilnya bagaimana? Dijelaskan dalam surat tersebut. Dan perjanjian harus ada hitam diatas putih, bila perlu ke notaris, agar kedua belah pihak merasa nyaman, ” harap Kadis Darmawan.
Kemudian Pokdarwis ini bukan lembaga berdiri sendiri tetapi bagian dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang salah satu usahanya mengelola objek wisata yang dikerjakan oleh Pokdarwis yang memiliki SK dari Bupati Lampung Selatan. Dan Pokdarwis Pantai Onaria ini sudah resmi memiliki SK tersebut. Hanya diperkuat dari SK desa.
“Selain membuat perjanjian pengelolaan dengan pihak lahan, juga dibuatkan perjanjian antara Pokdarwis dengan desa dibuatkan dengan jelas. Agar tidak saling curiga, akhirnya bubar. Bubarnya bukan dari luar dari dari internal. Jadi tolong! Dibuatkan SK dari desa bahwa Pokdarwis bagian dari BUMDes, ” imbuhnya.
Dengan adanya penyuluhan sadar wisata ini, maka diharapkan pengelola maupun masyarakat tau 7 Sapta Pesona, diantaranya aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, kenangan. Sehingga pengunjung akan merasa senang dan happy bahkan akan kembali lagi mengunjungi objek wisata Pantai Onaria.
“Setelah mendengarkan penyuluhan Sadar Wisata, pengelola dan masyarakat bisa menerapkan Sapta Pesona di Objek Wisata Pantai Onaria Desa Tri Dharmayoga Kecamatan Ketapang bisa meningkatkan pengunjung dikemudian hari. Dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim penyuluhan sadar wisata saya buka secara resmi” pungkasnya.
Sementara Kuat Hermawan selaku Narasumber publik speaking yang akrab disapa Pipih menerangkan kepada Pengelola atau Pokdarwis dan masyarakat tentang pentingnya publik speaking di area objek wisata. Karena menurutnya, wisatawan mancanegara itu kenapa senang datang ke Indonesia? Karena masyarakat kita terkenal ramah.
“Wajib bagi para pengelola objek wisata untuk menguasai publik speaking agar pengunjung senang dan akan kembali datang. Tetapi kalau bagi pengelola tidak menguasai publik speaking, maka pengunjung akan merasa tidak nyaman dan akan diviralkan melalui Medsos. Sudah banyak yang telah terjadi di sebuah objek wisata. Tentu itu akan berdampak bagi si pengelola objek wisata, “papar Pipih.
Dirinya pun mengatakan Sapta Pesona Wisata ada 7 diantara aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan plus menerapkan attitude wisata yakni, salam, senyum dan sapa. Plus juga menguasai knowledge atau pengetahuan tentang daya tarik objek wisata pantai yang dikelolanya. Dijamin pengunjung senang dan merasa nyaman.
“Menjadi pengelola objek wisata pantai itu wajib menguasai atau mengetahui Sapta Pesona Wisata, lalu attitude agar orang tidak tersinggung maupun marah. Lalu ditambah knowledge atau pengetahuan wawasan mengembangkan wisata dan mengetahui 3 poin untuk sukses. Diantaranya Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi, “jelas Pipih dengan gaya kocak.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan sesi foto bersama. (Tim IWO-I Lamsel)









