Opini  

Dinas Pendidikan Lampung Selatan Gelar Sertijab dan Pisah Sambut, Fokus Pada Peningkatan kualitas Pendidikan

Lampung Selatan, Transpos.id. —
Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan menggelar serah terima jabatan (sertijab) dan pisah sambut pejabat Eselon II dan III, berlangsung di Aula Dinas Pendidikan pada Jum’at (6/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penegasan arah baru pembangunan pendidikan di Lampung Selatan.

Acara tersebut dihadiri oleh Darmawan selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan lama, serta Syaifulloh sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan yang baru, bersama para Kepala Bidang, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan, pengelola PKBM, guru PAUD, K3S, KKS, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Syaifulloh menegaskan bahwa persoalan pendidikan harus dilihat secara menyeluruh dan sistematis, dengan fokus pada komponen utama pendidikan itu sendiri.

“Masalah pendidikan itu kembali pada komponen pendidikan. Fokus pertama tentu peserta didik, terutama pada pembentukan karakter. Kedua guru, yang berkaitan langsung dengan profesionalitas. Ketiga kurikulum, baik dari pusat maupun daerah,” ujar Syaifulloh.

Ia melanjutkan, komponen berikutnya meliputi inovasi pendidikan dan materi pembelajaran, metode mengajar yang perlu terus dibenahi, sistem pembelajaran, sarana dan prasarana sekolah, hingga lingkungan pendidikan yang melibatkan keluarga dan masyarakat.

“Semua itu akan kita benahi secara bertahap sebagai langkah awal,” tegasnya.

Selain penataan sistem pendidikan, Syaifulloh juga menyoroti pekerjaan rumah (PR) besar terkait guru PPPK paruh waktu. Ia menyebutkan, khusus dari Kecamatan Bakauheni, pada tahap awal telah ada 73 guru PPPK paruh waktu yang berkasnya ditandatangani untuk segera diproses pembayaran gajinya.

“Alhamdulillah tahap awal sudah ditandatangani dan akan segera diselesaikan pembayarannya. Namun perlu dipahami, semua harus melalui proses administrasi yang lengkap,” jelasnya.

Menurutnya, keterlambatan administrasi kerap terjadi karena berbagai faktor, termasuk keterlambatan pengurusan berkas oleh guru itu sendiri. Kendati demikian, pihaknya memastikan Pemkab Lampung Selatan memiliki komitmen kuat untuk menyelesaikannya.

“Bapak Bupati Egi tidak ingin melihat guru sebagai pilar utama pendidikan di Lampung Selatan ini diabaikan,” ungkapnya.

Syaifulloh juga berpesan kepada seluruh dewan guru agar tetap bersyukur dan menjaga semangat pengabdian.

“Status Statusnya sudah terakomodir seperti apa yang diamanatkan dalam UU ASN no 20 tahun 2023, PPPK Paruh waktu merupakan bagian dari pegawai pemerintah. sudah diatur secara baik oleh pemerintah Guru adalah pilar utama, ujung tombak pendidikan,” katanya.

Ia secara khusus mengingatkan guru ASN agar tidak menurunkan kualitas kinerja seiring peningkatan jabatan.

“Jangan sampai jabatan naik tapi semangat mengajar malah turun,” tegasnya.

Ke depan, Syaifulloh mengaku telah merencanakan turun langsung ke sekolah-sekolah, bersilaturahmi dengan kepala sekolah, dewan guru, serta pelajar.

“Kita ingin berangkat dari masalah nyata di lapangan, supaya tahu permasalahannya apa dan obatnya apa,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung program pendidikan karakter yang pernah ia terapkan saat menjabat sebagai Camat Penengahan, bekerja sama dengan Koramil dan SMP Negeri 1 Penengahan.

“Program itu dulu kita jadikan percontohan, dan Alhamdulillah respon masyarakat sangat baik. Orang tua murid bangga dan senang. Pola ini akan kita kembangkan lebih luas,” pungkasnya.

Kegiatan pisah sambut ini diharapkan menjadi awal penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan pendidikan Lampung Selatan yang berkualitas, berkarakter, dan berkeadilan.(red/hb)

Tinggalkan Balasan