Bojonegoro – Polemik pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kecamatan Ngraho terus berlanjut. Setelah beberapa pemberitaan mengenai proyek tersebut mencuat, dinas terkait tampaknya memilih bungkam dan enggan memberikan klarifikasi kepada publik.

Sejumlah warga dan aktivis setempat mempertanyakan transparansi serta progres pembangunan fasilitas kesehatan yang dinilai vital bagi masyarakat. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait alasan mandeknya pembangunan serta kendala yang dihadapi.
“Kami sudah beberapa kali mencoba menghubungi dinas terkait, tetapi tidak ada jawaban yang jelas,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Sebelumnya, laporan media mengungkapkan bahwa pembangunan puskesmas ini mengalami kendala sejak awal tahun. Namun, tanpa adanya kejelasan dari pihak terkait, masyarakat hanya bisa berspekulasi mengenai penyebab keterlambatan tersebut.
Sikap bungkam dinas terkait justru semakin memicu tanda tanya di kalangan warga. “Seharusnya mereka transparan. Kalau memang ada kendala, sampaikan kepada masyarakat. Jangan malah diam, seolah ada yang disembunyikan,” kata seorang aktivis lokal.
Tak hanya pembangunan utama puskesmas, proyek pagar tembok yang baru selesai dibangun kurang dari tiga bulan juga menuai polemik. Warga menduga proyek ini menggunakan anggaran yang tidak jelas, terutama setelah pagar mengalami kerusakan parah dan roboh.
Menurut warga sekitar, proyek ini tidak disertai papan informasi sebagaimana mestinya, sehingga sulit mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas pembangunan tersebut. “Ini proyek yang sangat mencurigakan. Tidak ada keterbukaan soal anggaran, kontraktor, maupun spesifikasi pengerjaan. Bagaimana mungkin pagar baru langsung rusak dalam hitungan bulan?” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kerusakan cepat yang terjadi pada pagar tembok ini mengindikasikan adanya dugaan penggunaan material berkualitas rendah atau pengerjaan yang asal-asalan. Warga juga menyoroti kualitas besi yang digunakan dalam konstruksi pagar, yang diduga tidak memenuhi standar. “Besi yang digunakan seperti besi banci, tipis dan mudah patah. Tidak heran kalau pagar ini cepat roboh,” ujar warga lainnya dengan nada kesal.
Warga semakin geram dan menuntut pemerintah daerah serta instansi terkait untuk turun tangan dan memberikan klarifikasi. “Kami tidak ingin uang rakyat disalahgunakan untuk proyek abal-abal seperti ini. Pihak berwenang harus segera bertindak, mengaudit proyek ini, dan jika ada penyimpangan, segera tindak tegas para pelakunya,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Namun, hingga saat ini, baik dari pihak kecamatan, dinas kesehatan, maupun Dinas Perumahan, Kawasan, Permukiman dan Cipta Karya belum memberikan pernyataan resmi ataupun tindakan konkret terkait masalah ini. Upaya konfirmasi melalui WhatsApp juga tidak membuahkan hasil, karena pesan yang dikirimkan tidak mendapatkan jawaban. Dinas Perumahan, Kawasan, Permukiman dan Cipta Karya saat dikonfirmasi via WhatsApp juga enggan menjawab.
Sikap bungkam mereka semakin memperkuat dugaan adanya ketidakwajaran dalam proyek tersebut. Masyarakat berharap ada investigasi menyeluruh dan langkah konkret dari pihak berwenang guna memastikan transparansi serta pertanggungjawaban atas proyek yang diduga bermasalah ini.
Redaksi akan terus mengikuti perkembangan informasi terkait proyek puskesmas dan pagar tembok di Kecamatan Ngraho, serta berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut.(Tim)









