Insan Pers Lampung Selatan Dukung Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026

Lampung Selatan, Transpos.id. – Guyub keluarga besar insan pers dan media, yang terdiri dari anak didik serta anak asuh mantan wartawan senior di Lampung Selatan, “Bang Fendy”, menyampaikan rasa bangga dan dukungan penuh atas terselenggaranya Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 beserta rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Sekber Wartawan Indonesia (SWI). Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Boyolali, Jawa Tengah, pada tanggal 19 hingga 21 Mei 2026. Dalam pernyataannya, mereka berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses dari awal hingga akhir dan memberikan manfaat yang berharga bagi dunia pers nasional.

HKPS: MOMENTUM PENTING UNTUK REFLEKSI DAN PERJUANGAN

Setiap tanggal 3 Mei, dunia memperingati World Press Freedom Day atau Hari Kebebasan Pers Sedunia. Peringatan ini menjadi momentum krusial untuk merefleksikan kondisi kebebasan media, memperjuangkan independensi jurnalis, serta menegaskan hak publik atas informasi yang akurat dan seimbang. Lebih dari sekadar seremoni, peringatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi.

Hari Kebebasan Pers Sedunia pertama kali diproklamasikan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1993, berdasarkan rekomendasi dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Tanggal 3 Mei dipilih untuk mengenang Deklarasi Windhoek yang disepakati pada tanggal 3 Mei 1991 di Windhoek, Namibia – sebuah pernyataan penting yang menyerukan perlunya media yang bebas, independen, dan pluralistik sebagai fondasi masyarakat demokratis.

SELOGAN DAN TEMA PERINGATAN PERS

UNESCO memiliki selogan terkait kebebasan pers, yaitu “Jurnalisme tanpa rasa takut atau pilih kasih”. Sementara itu, Tema Hari Pers Nasional (HPN) Indonesia Tahun 2026 adalah “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, yang baru saja diperingati pada tanggal 9 Februari 2026 dengan pusat kegiatan di Serang, Banten.

Tema Hari Kebebasan Pers Sedunia Tahun 2025 (tahun lalu) adalah “Reporting in The Brave New World: The Impact of Artificial Intelligence on The Press and The Media”. Tema tersebut menyoroti tantangan dan dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap dunia jurnalistik, mencerminkan peluang serta tantangan baru yang muncul. Di satu sisi, AI menawarkan efisiensi dalam produksi berita dan distribusi informasi; di sisi lain, muncul tantangan serius seperti disinformasi berbasis algoritma, bias teknologi, hingga ancaman terhadap profesi jurnalis manusia.

INSAN PERS DAERAH DIMINTA RESPONSIF TERHADAP PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

Dalam konteks perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang pesat, insan pers di daerah diharapkan tidak hanya memahami sejarah kebebasan pers, tetapi juga mampu merespons perkembangan teknologi secara kritis. Di tengah banjir informasi dan kecanggihan mesin, nilai-nilai etika, akurasi, dan keberpihakan pada publik harus tetap menjadi kompas dalam setiap praktik komunikasi.

Melalui pembelajaran, pelatihan terarah, kajian media, dan praktik jurnalistik yang dilakukan di lingkungan wilayah kerja, insan media dan pers di daerah didorong untuk menjadi aktor perubahan yang tidak hanya melek digital, tetapi juga menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai alat perjuangan, bukan sekadar alat produksi.

Hari Kebebasan Pers Sedunia menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi tidak diperoleh dengan mudah. Ia harus diperjuangkan, dijaga, dan diteruskan dari generasi ke generasi. Di era AI yang penuh kemungkinan dan kerentanan, peran pers memiliki strategis penting untuk memastikan suara kebenaran tetap hidup dan media tetap menjadi ruang publik yang adil, terbuka, dan manusiawi.(red)

Tinggalkan Balasan