Surabaya – Menindak lanjuti viralnya kasus korban begal di Merr Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap fakta baru, bahwa korban begal di merr memberikan laporan palsu setelah dilakukan penyelidikan lebih mendalam.
Terungkapnya fakta itu setelah anggota Jatanras Polrestabes Surabaya kembali memanggil korban bernama Krisna yang saat itu telah menjadi korban begal disertai perpasaran sepeda motor serta kekerasan di Merr Surabaya.
“Begitu dilakukan penyidikan secara mendalam ternyata korban memberikan keterangan palsu dan kasus ini fiktif.” Jelas Kombes Pol Lutfi Sulistiawan Kapolrestabes Surabaya. Jum’at (13/02).
Keterangan dari Krisna (Korban Begal) kepada polisi menyampaikan korban yang memberi laporan palsu tersebut mengaku jika motornya dijual dan uangnya dibuat berfoya-foya di hiburan malam.
“Uangnya untuk foya-foya, hal tersebut dilakukannya karena takut dimarahi oleh pihak keluarga sehingga membuat laporan palsu,” kata Lutfhi,
Lanjut Luthfi menuturkan, Krisna mengarang cerita korban begal karena takut dimarahi keluarga karena telah menjual motor dan uangnya untuk foya-foya minum alkohol, minuman keras di klub malam serta kencan dengan wanita malam.
Dihadapan Kapolrestabes Surabaya Krisna juga mengaku terpaksa mengarang cerita jika sepeda motor Honda Vario miliknya dirampas sekelompok orang bersenjata tajam Celurit diakses Merr,
“Namun sebenarnya motor tersebut sudah dia jual dan hasil penjualan tersebut digunakan untuk berfoya-foya.” Bebernya.
Lutfhi juga menyampaikan. Krisna menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat khususnya warga Surabaya yang telah membuat gaduh dengan mengaku sebagai korban begal serta membuat laporan palsu kepada pihak aparat.
“Saya memohon maaf khususnya kepada pihak kepolisian karena laporan saya palsu dan membuat gaduh Surabaya,” kata Krisna didepan Kapolrestabes Surabaya.
Seperti diketahui Krisna sebelumnya mengaku melaporkan menjadi korban pembegalan oleh beberapa orang tak dikenal bersenjata celurit dengan membawa 3 sepeda motor.
Ketika itu motor serta dompet berisi uang dan STNK dirampas oleh kelompok pelaku tersebut, dia pun membuat laporan ke Polsek Mulyorejo.
Namun setelah dilakukan penyelidikan oleh aparat kepolisian laporan yang dibuat Krisna diduga alami kejanggalan. Hal tersebut diungkapkan oleh AKP Desi Ratnasih Kapolsek Mulyorejo yang menyebut jika saat penyelidikan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian tidak ada yang merekam adanya aksi pembegalan.
“Dalam rekaman tersebut tampak korban Krisna terlihat sendiri dan tidak mengendarai sepeda motor serta tidak ada indikasi rekaman aksi pembegalan di lokasi kejadian” Pungkasnya.
(Sy)









