Mega Proyek Pembangunan Saluran Irigasi Jalan Nasional Diduga Jadi Lumbung Korupsi

Lamongan, – Anggaran pengerjaan mega proyek Pembangunan Saluran Irigasi di bahu Jalan Nasional Tuban-Babat-Lamongan-Gresik Diduga jadi lahan bacaan untuk meraup untung bersama sama.

Pasalnya, berdasarkan kroscek di lapangan struktur bangunan saluran irigasi yang ditafsir habiskan anggaran dari APBN milyaran rupiah ini kondisinya sangat memprihatinkan, banyak yang pecah putus dan juga sudah banyak yang ambrol atau mengalami kerusakan yang sangat parah.

Namun anehnya, pihak PPK Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur – Bali, ketika dikonfirmasi awak media ini berdalih tidak ada yang tahu dan terkesan menutupi terkait besaran anggaran pengerjaan proyek tersebut.

Bahkan pada saat itu, salah satu anggota PPK ketika dikonfirmasi mengatakan, ambrolnya bangunan saluran irigasi di beberapa titik bahu Jalan Nasional tersebut karena faktor parkir Truk. Dan dirinya sudah diperintahkan atasannya untuk memperbaikinya karena masih dalam masa perawatan.

Begitu juga proyek tersebut sistem swakelola yang dikerjakan oleh mandor asal Lamongan, hingga batas kontrak tertanggal 5 Agustus 2022. Sementara terkait besaran anggaran atau papan proyek tersebut urusan administrasi.

Selain itu, berdasarkan pantauan awak media ini di lapangan, pengerjaan proyek saluran irigasi ini juga ada yang belum selesai dikerjakan salah satunya yang ada di Jalan Nasional wilayah Kecamatan Pucuk.

Padahal menurut informasinya batas akhir kontrak pekerjaan proyek tersebut sampai tanggal 5 Agustus 2022. Dan untuk massa akhir kontrak itu tidak berakhir tanggal 5 Agustus, melainkan bisa dikerjakan sampai bulan Desember 2022.

Sungguh miris sekali, anggaran pekerjaan proyek sekelas pemerintah pusat tersebut tidak transparan terhadap publik.

Apalagi proyek tersebut sudah habis masa kontraknya, setelah masa kontrak habis disitu muncul denda apa perpanjangan itu mestinya harus jelas bukan tidak tahu.

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun awak media ini dari sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pekerjaan proyek saluran irigasi di Jalan Nasional dikerjakan swakelola dan batas kontrak pekerjaan sampai tanggal 5 Agustus 2022. Dan tidak ada jaminan masa pemeliharaan.

“Bahkan terkait bangunan yang ambrol di wilayah Karanglangit-Plosowahyu yang tengah diperbaiki saat ini juga atas inisiatif pekerja sendiri usai diberitakan awak media,” ujarnya.

Sumber juga membenarkan jika Yudi selaku ketua PPK yang baru hanya melanjutkan pekerjaan proyek masa Jabatan ketua PPK lama Payun sejak Juli 2022. Namun pada saat pelunasan Proyek tersebut, anggaran dipangkas oleh Yudi sebesar 30%.

Selain itu, Pekerjaan saluran irigasi di Jalan Nasional wilayah Pucuk yang saat ini tengah dikerjakan itu batas kontrak sudah habis sejak tanggal 5 Agustus. Dan Seharusnya pekerjaan proyek itu lanjutan pekerjaan di wilayah Karanglangit-Plosowahyu.

Namun dialihkan oleh Yudi dengan alasan yang tidak jelas, bahkan nilai kontrak tidak sesuai dengan anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah pusat. Dan pasir juga menggunakan pasir urug.

Hampir seluruh pekerjaan proyek saluran irigasi yang ada di sepanjang jalan Nasional Tuban-Babat-Lamongan-Gresik pada masa jabatan Yudi seperti itu semua.

“jadi tidak mungkin kalau Ia tidak tahu besaran anggaran proyek pengerjaan saluran irigasi tersebut, ” paparnya.

Tidak hanya itu, lanjut sumber TUP dari Balai Besar pengajuan 11 orang plus mandor, namun kenyataan di lapangan hanya 6 orang yang aktif, selebihnya fiktif alias palsu. Untuk wilayah Gresik 1 grup, Lamongan 3 grup, Tuban 2 grup.

Ironisnya lagi Gaji mandor pada saat masa jabatan PPK lama Payun, Rp. 110 Ribu dipangkas oleh PPK yang baru, Yudi, jadi Rp. 105, disetarakan dengan gaji pekerja dan ini untuk wilayah Lamongan-Tuban.

Sementara Wilayah Gresik gaji mandor sebelumnya Rp. 185 ribu dipangkas jadi Rp. 110 ribu, Gaji pekerja Rp. 180 ribu dipangkas jadi Rp. 110.

“Bahkan KTU Rayi itu orang baru yang ditarik ke sini oleh Yudi dari Tuban dan sampai saat ini belum ada SK tugasnya, jadi kalau ada masalah apa apa-apa pastinya gampang lolos,” tukasnya.(red/tim)

Tinggalkan Balasan