Pemkab Lampung Selatan dan KPH Way Pisang Kolaborasi Tanam Pohon di Lokasi Longsor Gunung Rajabasa

Lampung Selatan Kalianda, Transpos.id. – UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Way Pisang, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung menepati komitmennya dalam menindaklanjuti hasil audiensi bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan yang digelar pada Kamis lalu di Kantor KPH Way Pisang.

Sebagai bentuk realisasi, Wahyudi Kurniawan selaku Kepala UPTD beserta personil UPTD KPH Way Pisang bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Selatan, TNI/POLRI, tokoh adat, tokoh masyarakat dan sejumlah ormas turun langsung ke lokasi longsor di Kawasan Hutan Gunung Rajabasa untuk melakukan kegiatan penanaman pohon.

Wahyudi menyampaikan, pihaknya menyambut baik kolaborasi lintas sektor dalam upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus mencegah bencana.

“Kami sangat senang bisa terlibat langsung bersama Bupati, Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan semua pihak. Kolaborasi ini penting agar hutan tetap lestari dan masyarakat terhindar dari bencana,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penanaman sekitar 50 batang pohon beringin dan aren. Sebelumnya, unit polisi Kehutanan KPH Way Pisang juga telah melakukan penanaman bersama Kelompok Pengelola Hutan Desa Sumur Kumbang.

Wahyudi menegaskan, penanaman ini akan terus dievaluasi tingkat keberhasilan pertumbuhan tanamannya

“Kalau banyak yang tidak tumbuh, maka akan dilakukan penanaman kembali setelah musim hujan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan bibit dalam penanaman ini berasal dari LPHD Sumur Kumbang dan melalui dukungan Balai Pengelolaan DAS WSS Kementerian Kehutanan.

Menurut Wahyudi, kelompok pengelola hutan yang berada di sekitar lokasi memiliki peran strategis, tidak hanya memanfaatkan hutan tetapi juga sebagai penjaga kawasan.

“Mereka ini berada langsung di bawah lokasi longsor, sehingga memiliki tanggung jawab besar dalam merawat dan menjaga hutan, karena jika terjadi sesuatu, merekalah yang pertama merasakan dampaknya,” tegasnya.

Ia menyebutkan, kondisi geografis lokasi cukup ekstrem dengan jarak dan kemiringan yang tinggi, sehingga keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan pengelolaan kawasan.

Selain itu, ia juga mengungkapkan sangat mendukung rencana program “pohon asuh” yang diinisiasi oleh Pak Bupati yang bertujuan melibatkan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Potensi hutan lainnya seperti wisata alam, pakan ternak, pengolahan hasil hutan bukan kayu, perlebahan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Di akhir pernyataannya, Wahyudi Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan, tokoh adat, tokoh masyarakat, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat desa sumur kumbang

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. Mari kita bersama menjaga hutan Gunung Rajabasa agar tetap lestari dan tidak menimbulkan bencana,” pungkasnya.(redHb)

Tinggalkan Balasan