Pokdarwis Sadar Wisata Wotanngare Sukses Gelar Sedekah Bumi di Lima Titik, Nurkamto Dinilai Jadi Motor Perubahan Desa

Bojonegoro – Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kembali menunjukkan geliat positif dalam menjaga tradisi sekaligus mengembangkan potensi desa melalui kegiatan sedekah bumi yang digelar pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini diinisiasi oleh Pokdarwis Sadar Wisata Wotanngare dengan melibatkan partisipasi luas masyarakat.

Rangkaian sedekah bumi dilaksanakan di lima titik strategis, yaitu Petilasan Angling Darma (08.30 WIB), Kramat Sonto (09.30 WIB), wilayah Wotan (13.00 WIB), Balai Desa (13.30 WIB), dan Waduk Dayaan (14.00 WIB). Seluruh rangkaian berlangsung tertib, khidmat, dan penuh nuansa kebersamaan.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah, dengan hadirnya perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bojonegoro yang turut menyaksikan langsung jalannya rangkaian acara. Kehadiran tersebut menjadi sinyal positif bahwa potensi wisata budaya Desa Wotanngare mulai mendapat perhatian dan dukungan dari pihak pemerintah.

Petilasan Angling Darma menjadi salah satu titik yang memiliki daya tarik tersendiri. Lokasi yang diyakini sebagai tempat persinggahan tokoh legendaris Jawa, Prabu Angling Darma, ini tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga mulai dilirik sebagai potensi wisata sejarah yang dapat dikembangkan ke depan.

Di balik terselenggaranya kegiatan yang meriah dan penuh partisipasi ini, sosok Ketua Pokdarwis Sadar Wisata Wotanngare, Nurkamto, dinilai menjadi motor penggerak utama. Kiprahnya dalam menghidupkan kembali tradisi serta mengarahkan potensi desa menuju pengembangan wisata berbasis kearifan lokal mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Di bawah kepemimpinannya, Pokdarwis tidak lagi sekadar menjalankan kegiatan seremonial, tetapi telah bergerak menuju pola pengelolaan yang lebih terarah, dengan visi menjadikan Wotanngare sebagai desa wisata yang memiliki identitas kuat.

“Sedekah bumi ini bukan hanya tradisi tahunan, tetapi bagian dari upaya membangun karakter desa. Ketika budaya dijaga, di situ juga ada peluang ekonomi untuk masyarakat,” ujar Nurkamto.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat luar biasa. Di setiap titik kegiatan, warga tampak membeludak, memenuhi lokasi dengan semangat kebersamaan yang tinggi. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menjadi bukti bahwa gerakan yang dibangun Pokdarwis di bawah kepemimpinan Nurkamto mampu menyatukan warga dalam satu tujuan bersama.

Apresiasi juga datang dari tokoh sesepuh Desa Wotanngare, Mbah Pande. Ia menilai peran Nurkamto tidak hanya sekadar menggerakkan kegiatan, tetapi juga membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga tradisi dan membangun desa.

“Kulo ngraos bangga. Pak Nurkamto niki mboten namung nguripke tradisi, nanging ugi saged nggugah semangat warga. Wotanngare sakniki langkung urip lan nduweni arah,” tutur Mbah Pande.

Pemerintah desa pun memberikan apresiasi atas inisiatif dan kerja nyata Pokdarwis. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mampu menjadi penggerak ekonomi berbasis budaya di tingkat desa.

Dengan semangat kolaborasi, dukungan pemerintah, dan kepemimpinan yang kuat, Desa Wotanngare kini mulai menunjukkan arah baru sebagai desa yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga siap melangkah maju melalui pengembangan wisata berbasis kearifan lokal.

Penulis: IpEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan