Surabaya – Satsamapta Polrestabes Surabaya kini kembali mengambil langkah cepat dengan setiap informasi yang diterima, belasan remaja dari perguruan silat di Kedungdoro Surabaya berhasil diamankan berikut barang buktinya.
Pasalnya, 18 orang diduga dari kelompok Oknum pesilat ini telah melakukan kerusuhan dengan memukul pengunjung angkringan di Kedungdoro Surabaya. sehingga meraka harus di glandang ke Mapolrestabes Surabaya.
Informasi yang diterima dari kepolisian
Awalnya, Team Jogoboyo 3 Polrestabes Surabaya. Sebelumnya telah mendapatkan laporan dari masyarakat melalui 110. pada Kamis (15/01) pukul 00.30 WIB. Bahwa ada segerombolan pesilat yang melakukan perkelahian.
Kemudian petugas langung mendatangi lokasi dan disana sedikitnya polisi mengamankan 18 remaja dari dua kelompok yang baru saja berantem.
“Tak hanya itu polisi juga mengamankan 10 unit motor, batu dan kayu yang diduga sebagai alat untuk perkelahian,” jelas AKBP Erika Purwana Putra Kasat Samapta Polrestabes Surabaya,
Dalam Kronologi kejadian itu
Erika menjelaskan, korban saat itu sedang nongkrong di Angkringan Kedungdoro Surabaya, tiba-tiba ada segerombolan pemuda dari perguruan silat menyerang dengan melempar batu dan kayu. Sehingga perbuatan lawan tak terbendung hingga dipicu perkelahian.
Adapun dalam kejadian tersebut terdapat dua korban. Mereka D warga Asem Baru dan AA , 20, warga Nganjuk. DP, 24, warga Mayjen Sungkono, JA, 18, warga Kedungdoro, RAM, 15, warga Pandegiling, MAP, 27, warga Kedung Baruk, AL, 21, warga Sukolilo, MWF, 16, warga Karanpoh, DWA, 21, warga Sumberejo, MV, 21, warga Pasuruan, FA, 21, warga Gresik, AA, 21, warga Sidosermo, AJI, 20, warga Nganjuk, MAF, 17, warga Lakarsantri, AA, 24, warga Kedung Anyar, DA, 18, warga Tandes dan PA, 18, warga Semampir.
“Sebanyak 18 pemuda peguruan silat beserta BB tersebut kami serahkan ke Piket Satreskrim Polrestabes Surabaya dan diterima oleh piket Satreskrim untuk dilakukan pemeriksaan,” tegasnya.
(Sy)






