Transpos.id. Lampung Selatan – Menyikapi Kabar Berita terbitan Media Beberapa hari yang lalu, Hal tersebut, agar berimbang dan supaya Program yang sudah ada tetap berjalan, yang memang dicanangkan oleh Bupati Lampung Selatan selama ini akan tetap kita jalankan imbuh pak
Camat Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Heri Purnomo, S.Kom, sampaikan program Sedekah Gerakan Seribu Rupiah (Gaserbu), melalui Gerakan Swasembada Rumahku, merupakan program bantuan bedah rumah untuk rumah tidak layak huni (RTLH) kepada warga masyarakat kurang mampu. Gerakan program itu sebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.(6/1/24)
” Adapun Program ini dari kita, oleh kita dan untuk kita untuk warga masyarakat kita yang kurang mampu yang rumahnya kurang layak huni, ” jelas Heri kepada Awak Media Melalui Via Wa, seraya mengatakan jika program ini program unggulan Bupati Lampung Selatan Hi Nanang Ermanto dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lampung Selatan
Ditambahkan Pak Camat, karena kalau kita akan menunggu dari Anggaran APBD itu hal yang sangat sulit, Mungkin menunggu proses cukup lama, Makanya pola yang digunakan dalam program ini adalah gotong-royong, kebersamaan dalam upaya meringankan kesulitan dan juga bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara yang notabene sama-sama warga Lampung Selatan.
“ Untuk Program dari Gaserbu ini Setiap kepala desa dapat melakukan bedah rumah warganya, dan ini sangatlah baik tujuannya karena dapat memperkuat tali Silaturahmi, semangat kebersamaan dan kegotongroyongan, ” imbuh Heri.
Dan disinggung mengenai adanya tudingan miring terkait pengelolaan dana tersebut, Heri Purnomo menyatakan tidak terlalu mempermasalahkannya. Ditegaskannya, karena disitu sudan ada kesepakatan bersama program di wilayah Kecamatan Merbau Mataram dari para setiap kepala desa. Heri berujar, apa yang dilakukan oleh pihaknya dan pemerintah desa adalah murni bentuk kepedulian dan tanggungjawab terhadap warga masyarakat yang kurang mampu.
” Soal pemberitaan negatif itu saya tidak ambil pusing. Bagi saya yang penting adalah bekerja dan berbuat nyata. Kita kerja baik saja, masih saja ada yang mengganggap negatif. Maka itu, bagi kami yang utama adalah bekerja dan berbuat. Masalah tudingan itu, masyarakat juga bisa menilai sendiri, ” tukasnya.
Ditempat Terpisah, Kepala Desa Merbau Mataram
Sulaiman mengamini apa yang ditegaskan oleh Camat Merbau Mataram, Heri Purnomo. Pihak pemerintah desa tak mau ambil pusing apa yang dituding miring tersebut. Dia menyatakan, hanya ingin bekerja dan berbuat nyata.
” Kami yang sudah bekerja dan berbuat nyata saja, tapi masih saja dituding yang tidak-tidak. Capek rasanya kalau kami tanggapi terus yang akhirnya pekerjaan kami jadi terganggu, ” jelas Sulaiman.
Kendati demikian, Sulaiman menjelaskan bahwa ada sedikit kendala teknis terkait jadwal peluncuran program tersebut di desanya tempo hari. Namun menurut dia, masalah tersebut dapat diselesaikan dengan semangat gotong royong para kepala desa di Kecamatan Merbau Mataram.
Bahwa bedah rumah yang telah dilakukan di rumah warganya, merupakan iuran kesepakatan dari kepala desa, selanjutnya camat hanya mengamini.
“ Itu merupakan kesepakatan dari kepala desa, camat hanya menyetujui, karena dana dari program gaserbu jumlahnya belum mencukupi jadi kami inisiatif patungan tiap desa untuk bedah rumah, ” jelasnya.
Sistem patungan ini, kata dia, akan berlanjut di tahun berikutnya ke desa lain, dengan begitu seluruh desa di Kecamatan Merbau Mataram dapat merasakan manfaat dari Program Gaserbu.
“ Sumber pendanaan yang ada selama ini, patungan ya kami desa yang menerima, jadi bukan pak camat, lah wong kami yang melakukan bedah rumah kok, ” tukasnya.
Dia menginformasikan, untuk desa merbau mataram sendiri aparatur desa telah berpartisipasi aktif dalam program Gaserbu.
“ Semua berpartisipasi ikut serta dalam kegiatan, jni, bahkan tidak hanya seribu sehari, yang punya rezeki lebih biasanya nyumbangnya lebih juga, ” ujarnya
Dan Untuk sekadar diketahui, berdasarkan data dari Pemkab Lampung Selatan sendiri, terdapat sekitar 8000 rumah warga tidak layak huni (RTLH). Mengingat keterbatasan dana APBD dari Pemerintah, maka timbulah ide atau gagasan program tersebut untuk upaya mengurangi dampak kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lampung Selatan khususnya. (HR)








