Berita  

Warga Kecamatan Malo Resah, PMK Sebabkan Kematian Sapi, Penanganan Dinilai Lamban

oplus_2

Bojonegoro,selasa, 3/02,2026 —
Merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, menimbulkan keresahan serius di tengah masyarakat. Penyakit menular pada hewan ternak tersebut dilaporkan telah menyebabkan kematian sapi milik warga, sehingga berdampak langsung pada perekonomian peternak kecil.
Berdasarkan keterangan warga, kasus PMK terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Malo, di antaranya Desa Banaran, Desa Tinawun, dan Desa Ketileng. Sejumlah sapi dilaporkan mengalami gejala klinis PMK seperti luka pada mulut dan kuku, tidak mau makan, kondisi tubuh melemah, hingga akhirnya mati.
Namun hingga saat ini, masyarakat menilai penanganan dari dinas terkait belum terlihat secara nyata di lapangan. Belum ada informasi yang jelas mengenai pemeriksaan menyeluruh, penanganan medis ternak sakit, vaksinasi darurat, maupun langkah pembatasan lalu lintas ternak untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.
“Kami merasa dibiarkan menghadapi penyakit ini sendiri. Sapi sudah mati, tapi belum ada petugas yang datang untuk menangani secara langsung,” keluh salah satu peternak di Kecamatan Malo.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperparah penyebaran PMK apabila tidak segera ditangani secara cepat dan terkoordinasi. Masyarakat menilai keterlambatan respons berisiko menambah jumlah ternak yang sakit dan mati, serta memperbesar kerugian ekonomi warga.
Warga Kecamatan Malo mendesak pemerintah daerah, khususnya dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan, agar segera turun ke lapangan melakukan tindakan konkret. Langkah yang dituntut antara lain pendataan terbuka ternak terdampak, pengobatan dan vaksinasi darurat, sosialisasi penanganan PMK kepada peternak, serta pengawasan ketat terhadap lalu lintas ternak antar desa.
Kasus PMK yang telah menimbulkan korban ini seharusnya menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah agar tidak bersikap pasif. Tanpa respons cepat dan transparan, kepercayaan masyarakat terhadap perlindungan negara di sektor peternakan dikhawatirkan akan semakin menurun.

Penulis: IpEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan