Bojonegoro – Aktivis muda pemerhati lingkungan, Zaenal Abidin, putra asli Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap keberadaan Waduk Sonorejo di Desa Sonorejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro.
Menurut Zaenal, Waduk Sonorejo bukan sekadar infrastruktur penampung air, melainkan representasi nyata dari harmoni antara manusia dan alam. Ia menilai, keberadaan waduk ini menjadi bukti bahwa pembangunan yang berpihak pada lingkungan mampu berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi para petani.
“Waduk Sonorejo adalah gambaran bahwa ketika alam dijaga, maka kehidupan pun ikut terjaga. Ini bukan hanya tentang fungsi, tetapi tentang kesadaran bersama untuk merawat masa depan,” ungkap Zaenal.
Di lokasi yang sama, Gus Edy Majnun Mubarok selaku pengelola sekaligus penggerak Ganeso (Generasi Neks Sonorejo) menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah berkontribusi dalam membangun dan menghidupkan kawasan tersebut.
Dengan penuh ketulusan, ia mengapresiasi peran Kepala Desa Sonorejo, para pemuda, serta masyarakat yang telah bahu-membahu menghadirkan perubahan nyata di desa. Semangat gotong royong yang terbangun dinilainya menjadi fondasi kuat dalam mengembangkan potensi desa, khususnya di sektor wisata berbasis lingkungan.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Desa Sonorejo, para pemuda, dan seluruh masyarakat yang telah bergerak bersama membawa perubahan bagi desa ini. Kami juga sangat menghargai perhatian dan apresiasi dari para pemerhati lingkungan yang turut mendukung berkembangnya kegiatan wisata ini,” tutur Gus Edy.
Ia berharap, langkah yang telah dimulai ini tidak berhenti sebagai pencapaian sesaat, melainkan terus tumbuh menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu mengangkat nama Desa Sonorejo, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi masyarakat.
Menutup pernyataannya, Zaenal kembali menegaskan bahwa Waduk Sonorejo layak menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengelola sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan.
“Yang kita bangun hari ini bukan hanya waduk, tetapi harapan. Harapan akan lingkungan yang lestari, dan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkasnya.









