Berita  

Aktivis Harimau Blambangan Mengintip Situasi Pemda Banyuwangi

Banyuwangi,transpos.id – Aktivis berjulukan Harimau Blambangan M Yunus Wahyudi mendatangi kantor Bupati untuk menanyakan terkait beredarnya berita Bupati Banyuwangi di periksa oleh APH. Kamis 18-04-2024.

M Yunus Wahyudi saat ditemui Wartawan di halaman Pemda Banyuwangi menjelaskan kedatangan di Kantor Bupati mengatakan, “saya lagi ngantor di kantor Bupati Banyuwangi, karena saya juga merasa memiliki sebagai rakyat Banyuwangi sebagai Aktivis kontrol dan sebagai monitoring tentang pejabat-pejabat yang ada di Banyuwangi.

Karena beberapa hari ini sebelum hari raya itu saya temukan banyak pejabat-pejabat yang tidak ngantor. Banyak masyarakat yang datang ke sini tapi tidak ada orangnya, jadi saya punya kewajiban sebagai kontrol untuk melihat bagaimana pejabat-pejabat Banyuwangi kok selalu tidak ngantor, “ucap Aktivis berjuluk Harimau Blambangan itu.

M Yunus Wahyudi juga menyinggung terkait viralnya berita pemeriksaan Bupati Banyuwangi yang di periksa oleh APH

“karena itu sudah masuk di pemberitaan bahkan tadi saya melihat ketika di Media Kompas, Pak Menteri Anas yang juga mantan Bupati Banyuwangi ini ketika ditanya oleh para wartawan tentang terkait pemeriksaan istrinya yang jadi Bupati. Dia tidak mau menjawab maksud saya kenapa sih pak menteri ini terlalu lebay pemeriksaan istrinya orang diperiksa 6 jam 8 jam 1 hari atau 24 jam itu kok merasa di intervensi, Itu kan haknya kepolisian untuk memeriksa ini bukan masalah di intervensi,” tegasnya.

Menurut M Yunus, Bupati ipuk memang mentalnya cetek, “kalau memang merasa tidak bersalah harus jentel dong saat di periksa. Saya di periksa Polisi berkali-kali saja sampai kecapekan sampai lelah itu supaya mengaku kebenarannya ketika ditanya,Itu trik sistem Polisi, kenapa bilang itu intervensi, apalagi dia melapor kepada sekjen PDI yaitu Pak Hasto, apa sih kaitannya pak Hasto dan pak Menteri,”kata M Yunus.

Pak menteri dulu waktu paha mulus dia mencalonkan wakil gubernur yang tidak jadi karena ada paha seorang perempuan yang mulus yang dipangku di dalam mobil, yang sampingnya ada minuman keras (miras) sehingga ketika ditanya kepada para kyai waktu di Sidoarjo memang benar kenyataannya bahwa itu memang fotonya dengan perempuan lain.

Hari ini kenapa si Pak Menpan ini curhat kepada Pak sekjen PDI sehingga akhirnya mengatakan di media bahwa bupati Banyuwangi diperiksa 6 jam di intervensi, itu bahasa yang lucu. Polisi punya wewenang, punya hak untuk memeriksa siapapun dengan cara apapun ya kan, tetapi kenapa ini harus mengadu dan ada apa sih Pak menteri ini dengan Pak sekjen, dulu ada paha mulus nangisnya minta ampun luar biasa seakan seperti pacarnya, seolah pacarnya ini tersakiti, hari ini ketika pak Menpan ini mengadu kepada Pak sekjen ini, dia juga ikut ngomong di media, ini kan satu kecelakaan sama saja dia membuka aibnya. Kenapa dia ikut-ikut dalam pemerintahan Banyuwangi.

okelah dia berangkat dari merah tetapi dibalik itu ada tanda kutip pastinya ada hubungan apa antara Pak Menpan dan Pak sekjen Hasto Kristianto tanda kutip ada titik-titik apakah seperti itu,” singgung M yunus lagi.

M Yunus juga berharap kepada masyarakat untuk silakan masyarakat yang menilainya, “saya berharap masyarakat mulai pintar kalau memang terbukti, Bupati Banyuwangi ini korupsi ya sudah jangan menyalonkan lagi ganti yang lainnya. sudah tiga kali periode ini jadi Bupati. Dinasti ini harus ganti yang lainnya agar Banyuwangi lebih maju lagi. wong Banyuwangi sekarang di bawah Bupati Ipuk gak ada kemajuan sama sekali'” tuturnya.(tgh)

Tinggalkan Balasan