KALIANDA, Transpos.id. — Peran aktif masyarakat dinilai menjadi elemen kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Di tengah keterbatasan jumlah personel aparat, partisipasi warga sebagai mitra strategis kepolisian dinilai mampu memperkuat sistem pengamanan berbasis komunitas.
Konsep pengamanan swakarsa yang melibatkan warga bukan hal baru di Indonesia. Namun, penguatan kembali nilai-nilai tersebut kini semakin relevan, terutama dalam menghadapi potensi gangguan seperti kriminalitas konvensional hingga peredaran narkoba. Keterlibatan masyarakat sebagai “mata dan telinga” aparat diyakini mampu mempercepat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Dalam konteks ini, Polres Lampung Selatan menginisiasi Apel Sabuk Kamtibmas 1.000 Kentongan sebagai bentuk konkret sinergi antara aparat dan masyarakat. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Apel Mapolres Lampung Selatan, Rabu (8/4/2026), dengan melibatkan sekitar 200 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kamtibmas tidak bisa hanya bergantung pada aparat kepolisian. Menurut dia, masyarakat memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Polisi tidak akan bisa bekerja maksimal tanpa bantuan masyarakat. Kehadiran warga sebagai bagian dari Sabuk Kamtibmas ini adalah kekuatan utama dalam menjaga keamanan bersama,” ujarnya dalam amanat apel.
Ia menyebut konsep “Sabuk Kamtibmas” bukan sekadar simbol, melainkan representasi nyata dari perlindungan kolektif antara polisi dan masyarakat. Dalam praktiknya, warga diharapkan aktif memberikan informasi, mengawasi lingkungan sekitar, serta membantu menjaga ketertiban dengan pendekatan persuasif.
Apel tersebut juga menonjolkan penggunaan kentongan sebagai simbol kearifan lokal. Selain mudah digunakan, kentongan dinilai memiliki nilai historis yang dekat dengan kehidupan masyarakat sebagai alat komunikasi tradisional dalam situasi darurat.
“Ini adalah bentuk kearifan lokal yang sudah ada sejak dulu. Kita hidupkan kembali sebagai bagian dari sistem keamanan modern berbasis masyarakat,” kata Toni.
Dalam arahannya, Kapolres juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menjaga ketertiban. Warga diminta mengedepankan sikap ramah dan kekeluargaan agar tidak memicu konflik di lapangan.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan antarwarga serta keselamatan pribadi saat menjalankan peran dalam Sabuk Kamtibmas.
Melalui kegiatan ini, Polres Lampung Selatan berharap tercipta hubungan yang semakin erat antara aparat dan masyarakat, sekaligus memperkuat solidaritas sosial dalam menjaga keamanan wilayah.
“Sabuk Kamtibmas adalah dari kita, oleh kita, dan untuk kita semua. Dengan kebersamaan, keamanan akan lebih mudah terwujud,” ujarnya. (redHms)









