LAMPUNG SELATAN, Transpos.id. – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terus menggalakkan Program Desa Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul (HELAU). Program ini menjadi upaya mendorong pembangunan desa berkelanjutan serta meningkatkan partisipasi masyarakat menjaga lingkungan dan mengembangkan potensi desa.
Sosialisasi Lomba Desa HELAU digelar di Kantor Kecamatan Penengahan, Selasa 2 Juni 2026, sebagai langkah awal menggerakkan desa-desa di wilayah selatan.
Hadir Jajaran OPD dan Kepala Desa 3 Kecamatan
Turut hadir Kepala Dinas PMD Lampung Selatan Erdyansyah beserta jajaran, Plt Kepala BRIDA, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (LHD), Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Camat Penengahan Hermawan, Camat Ketapang Sri Mahendra KD, Camat Bakauheni Sidik.
Sosialisasi juga diikuti seluruh kepala desa se-Kecamatan Penengahan, Ketapang, dan Bakauheni beserta para operator desa peserta lomba.
*HELAU Program Strategis Bupati Radityo Egi Pratama*
Kepala Dinas PMD Erdyansyah menegaskan Program Desa HELAU merupakan program strategis yang diinisiasi Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama. Tujuannya mendorong kemajuan desa melalui kolaborasi pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat.
“Melalui sosialisasi ini kami berharap Program Desa HELAU benar-benar bergerak dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa harus mampu menggerakkan kembali budaya gotong royong dan semangat menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing,” ujar Erdy.
*5 Indikator Penilaian Lomba Desa HELAU*
Erdy menjelaskan konsep HELAU punya lima indikator utama yang jadi fokus penilaian:
1. *Hijau* : Menitikberatkan pada kelestarian dan penghijauan lingkungan desa. Desa didorong memperbanyak ruang terbuka hijau, penanaman pohon, dan pengelolaan sampah.
2. *Elok* : Berkaitan dengan penataan kawasan permukiman yang tertib, bersih, dan nyaman. Termasuk kebersihan jalan desa, drainase, dan estetika lingkungan.
3. *Lestari* : Menyoroti upaya pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal yang jadi identitas desa. Desa diharapkan menjaga tradisi dan mengembangkannya sebagai daya tarik.
4. *Aman* : Mencakup keamanan lingkungan, pencegahan kriminalitas, pemberantasan narkoba, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan peran generasi muda dalam pembangunan desa.
5. *Unggul* : Menilai kemampuan desa mengembangkan potensi unggulan. Bisa lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sektor pertanian, pariwisata, maupun usaha ekonomi produktif lainnya.
Erdyansyah mengingatkan para kepala desa menjadikan Lomba Desa HELAU sebagai momentum menghidupkan kembali budaya gotong royong yang jadi ciri khas masyarakat pedesaan.
“Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dipupuk. Melalui Program Desa HELAU, kita ingin membangun desa yang bersih, aman, maju, dan memiliki daya saing sesuai visi pembangunan Kabupaten Lampung Selatan,” tegasnya.
*Camat Penengahan: HELAU Perkuat Sinergi Desa dan Warga*
Camat Penengahan Hermawan selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap Program Desa HELAU.
“Program ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana mempererat hubungan pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh pemerintah desa terus meningkatkan kekompakan, kebersamaan, dan sinergi dengan masyarakat sehingga tercipta desa yang bersih, aman, nyaman, dan semakin maju, khususnya di Kecamatan Penengahan.
*Gerakan Bersama untuk Kesejahteraan Desa*
Melalui sosialisasi ini, Pemkab Lampung Selatan berharap seluruh desa berpartisipasi aktif dalam Lomba Desa HELAU. Lomba dijadikan gerakan bersama mewujudkan desa yang hijau, tertata, lestari, aman, serta memiliki keunggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan semangat HELAU, Pemkab menargetkan desa-desa di Lampung Selatan tidak hanya maju secara infrastruktur, tapi juga kuat secara sosial, budaya, dan ekonomi. (redHb)









