‎Dugaan Pilih Kasih Bantuan Sosial di Desa Sidotentrem: Lansia yang Membutuhkan Tak Dapat, Warga Berkecukupan Justru Terus Dibantu

TUBAN — Keresahan mendalam kini menyelimuti warga Desa Sidotentrem, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban. Dugaan praktik pilih kasih dalam penyaluran bantuan sosial kian terasa nyata, terutama bagi para lansia yang benar-benar membutuhkan uluran tangan pemerintah, namun justru tak kunjung mendapatkan bagian. Sebaliknya, warga yang sebenarnya sudah berkecukupan dan hidup layak justru terus-menerus mendapat prioritas bantuan.

‎Kondisi ini sungguh memiriskan hati. Para lansia yang sudah renta, tak lagi mampu bekerja, dan hidup dalam keterbatasan justru harus menahan harapan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tanpa pernah tersentuh bantuan. Sementara itu, tetangga atau warga lain yang rumahnya sudah layak, memiliki penghasilan tetap, dan bahkan memiliki kendaraan bermotor, justru tercatat sebagai penerima bantuan secara terus-menerus. Ketimpangan yang mencolok ini membuat warga bertanya-tanya: sebenarnya kriteria apa yang dipakai dalam menyusun daftar penerima bantuan? Apakah berdasarkan kebutuhan yang nyata, atau kedekatan hubungan tertentu?

‎Banyak lansia di Desa Sidotentrem mengaku sudah lama menanti, namun namanya tak pernah masuk dalam daftar penerima bantuan apa pun. Padahal kebutuhan hidup terus meningkat, dan mereka tak lagi mampu bekerja keras untuk memenuhinya. “Kami bukan meminta banyak, hanya saja adil dalam pembagian. Yang benar-benar susah dibantu, yang sudah mampu tak perlu didahulukan,” demikian keluh seorang lansia yang enggan disebutkan namanya dengan nada pasrah namun penuh kesedihan.

‎Keresahan ini pun dirasakan warga lainnya. Ketimpangan yang terang benderang ini memicu dugaan kuat adanya ketidaktransparanan serta keberpihakan dalam penyaluran bantuan di tingkat desa. Warga mempertanyakan keterbukaan pihak desa dalam menyusun dan menetapkan data penerima bantuan. Apakah musyawarah warga pernah dilakukan? Apakah verifikasi ke lapangan benar-benar dilakukan untuk melihat kondisi nyata warga? Atau justru daftar tersebut disusun sepihak tanpa melibatkan warga sama sekali?

‎Warga berharap pihak Kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Tuban segera turun tangan, melakukan verifikasi ulang secara transparan dan akurat terhadap data penerima bantuan di Desa Sidotentrem. Jangan sampai bantuan yang bersumber dari dana publik justru dinikmati oleh mereka yang sebenarnya tidak membutuhkan, sementara lansia yang sudah renta dan warga kurang mampu dibiarkan berjuang sendirian tanpa ada yang peduli. Keadilan dalam penyaluran bantuan sosial adalah hak setiap warga, bukan hak istimewa bagi mereka yang dekat dengan kekuasaan.

‎Hingga berita ini dinaikkan, pihak pengelola bantuan di Desa Sidotentrem belum memberikan penjelasan maupun tanggapan terkait keluhan warga tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

Tinggalkan Balasan