Berita  

Puncak Musim Panen September: Harga Tembakau di Bojonegoro Justru Terjun Bebas, Petani Menjerit Tanpa Perhatian

BOJONEGORO — Bulan September yang seharusnya menjadi puncak kejayaan dan melambungnya harga tembakau justru berubah menjadi mimpi buruk bagi petani di Kabupaten Bojonegoro. Di wilayah Kecamatan Malo dan sekitarnya, harga jual tembakau dilaporkan terjun bebas di saat kualitas hasil panen sedang berada di tingkat optimal.

Secara historis, bulan September selalu menjadi momen di mana harga tembakau mencapai titik tertinggi karena didukung cuaca terik. Namun tahun ini, harga di tingkat petani anjlok drastis. Tembakau daun bawah (kepelan) saat ini hanya dihargai sekitar Rp13.000 per kilogram, sementara tembakau grade atas hanya mampu terserap di kisaran Rp20.000 per kilogram.

Kondisi ini memicu gelombang keluhan dari para petani yang menilai harga tersebut jauh di bawah ambang batas modal produksi.

“Biasanya bulan 9 itu puncaknya harga mahal-mahalnya tembakau, tapi sekarang malah anjlok tidak masuk akal. Untuk daun bawah cuma ditawar Rp13.000, yang bagus pun cuma dihargai Rp20.000-an. Biaya pupuk, obat, dan ongkos tenaga kerja kemarin sangat mahal. Jangankan dapat untung, untuk mengembalikan modal awal saja sudah tidak tutup,” ujar Fur, petani tembakau asal wilayah Malo.

Selain permainan harga dan ketatnya kuota serapan gudang, para petani juga menyesalkan ketiadaan peran serta pemerintah daerah maupun instansi dinas terkait dalam mengawal komoditas unggulan ini.

“Sampai puncak panen saat ini, belum ada upaya atau tindakan sama sekali dari pihak dinas terkait. Kami seperti dibiarkan berjuang sendiri menghadapi permainan harga pasar dan tengkulak. Harapan kami ada langkah konkret dari pemerintah untuk turun ke lapangan, memantau gudang pembeli, dan menetapkan acuan harga dasar agar petani tidak terus-menerus dirugikan,” tegasnya.

Hingga siaran ini dirilis, belum ada langkah stabilisasi harga maupun intervensi resmi dari pihak berwenang untuk merespons keterpurukan ekonomi yang dialami para petani tembakau di Bojonegoro.

Tinggalkan Balasan