Bojonegoro – Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional ke-26 dimaknai secara reflektif oleh Yayasan Tiga Srikandhi Sejati (Y3SS) melalui penyelenggaraan Webinar ke-1 bertema “Membangun Literasi dan Jati Diri Melalui Bahasa Ibu” dengan subtema “Merawat Identitas Melalui Bahasa Ibu di Era Modern.” Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk menegaskan kembali peran bahasa sebagai fondasi identitas, literasi, dan masa depan peradaban bangsa.
Dalam forum tersebut, Emi Sudarwati, M.Pd. menegaskan bahwa keberagaman bahasa dan budaya bukan sekadar warisan, melainkan kekuatan strategis yang harus dirawat dan dikembangkan. Menurutnya, generasi muda memegang peran kunci dalam membentuk masa depan pendidikan multibahasa di tengah tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi.
“Semoga perayaan keberagaman bahasa dan budaya ini bisa menjadi identitas bangsa. Di sini sangat dibutuhkan peran generasi muda dalam membentuk masa depan pendidikan multibahasa. Saya mengajak kita semua untuk terus melestarikan dan mengembangkan bahasa daerah, mencintai Bahasa Indonesia, sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa asing,” ujarnya.
Emi menekankan bahwa bahasa memiliki fungsi yang melampaui komunikasi. Bahasa adalah jembatan peradaban—menghubungkan akar budaya lokal dengan percakapan global. Bahasa daerah, Bahasa Indonesia, dan bahasa asing harus ditempatkan secara proporsional dan saling menguatkan dalam sistem pendidikan yang visioner.
“Sebagai generasi penerus, mari kita jadikan bahasa sebagai jembatan untuk membangun peradaban yang lebih maju dan berdaya saing global. Selanjutnya, kita dukung pendidikan multibahasa untuk menciptakan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di era global,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Emi menyampaikan pesan reflektif kepada generasi muda agar menjadikan literasi sebagai jalan kontribusi dan pengabdian.
“Akhirul kata, menulislah wahai generasi muda. Karena dengan menulis kalian akan dikenal oleh dunia. Untuk bisa menulis, kalian harus banyak membaca dan mahir mengolah bahasa,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Y3SS berharap peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi tumbuh menjadi kesadaran kolektif dan gerakan berkelanjutan dalam merawat bahasa, memperkuat literasi, serta membangun generasi berkarakter yang mampu berdiri sejajar di panggung global tanpa kehilangan jati diri bangsa.









