Sidomulyo Lamsel, Transpos.id. — Menyusul laporan masyarakat terkait dugaan adanya belatung di dalam kemasan susu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima seorang siswa SDN 1 Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo, Camat Sidomulyo sekaligus Ketua Tim Satgas MBG, Frans Sinatra Adung, bergerak cepat melakukan penelusuran.
Pada Rabu malam (4/3/2026), Frans didampingi Perwakilan UPT Puskesmas Sidomulyo, Agung, serta sejumlah anggota Satpol PP, mengunjungi kediaman orang tua siswa di Dusun Damar Kopong, Desa Sukabanjar. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kebenaran informasi sekaligus mengetahui kondisi anak pasca menerima susu MBG.
Sumaria, orang tua siswa bernama Faro, menjelaskan bahwa pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB anaknya menerima paket menu MBG yang dibagikan melalui sekolah.
“Sore harinya anak saya meminta saya menuangkan susu MBG ke dalam gelas karena tidak ingin meminumnya menggunakan sedotan,” ujar Sumaria.
Saat susu dituangkan ke dalam gelas, beberapa tetangga yang berada di teras rumah melihat adanya belatung di dalam susu tersebut dan spontan mencegah agar tidak diminum.
“Untungnya belum sempat diminum. Kami lalu memeriksa kemasan susu Indomilk Kids Rasa Vanilla ukuran 115 ml, mengecek tanggal kedaluwarsa, bahkan memotong bagian atas kotak untuk memastikan isinya,” jelasnya.
Sumaria bersyukur anaknya belum mengonsumsi susu tersebut sehingga tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.
Berdasarkan keterangan orang tua dan hasil pemeriksaan Satgas MBG Kecamatan Sidomulyo, kemasan susu dalam kondisi baik, tidak bocor, kering, serta mencantumkan tanggal kedaluwarsa hingga November 2026.
“Secara teori, dengan kondisi kemasan yang masih baik dan tidak ada tanda kebocoran, seharusnya hal seperti ini tidak terjadi,” ujar Frans, yang diamini Agung.
Untuk menghindari spekulasi dan mencegah kejadian serupa terulang, Camat bersama Tim Satgas MBG langsung melakukan monitoring ke dapur SPPG 2 Seloretno milik Yayasan Tunas Tumbuh Lestari di Desa Seloretno. Monitoring dilakukan guna memastikan seluruh proses, mulai dari penerimaan barang, penyimpanan, pengolahan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat, berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Kepala SPPG Seloretno 2, Hamzah, mengaku terkejut atas informasi tersebut.
“Saya kaget menerima kabar adanya belatung dalam kemasan susu. Produk yang kami terima dari suplier selalu diperiksa terlebih dahulu sebelum disimpan di gudang. Kami pastikan kemasan tidak cacat, tidak basah akibat kebocoran, dan tidak berbau,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses penyortiran dilakukan secara ketat. Produk yang tidak layak langsung disisihkan agar tidak tercampur dengan yang lain, termasuk pada tahap pengepakan.
Secara teknis, Agung meminta agar Kepala SPPG benar-benar memastikan seluruh SOP di setiap divisi dijalankan secara disiplin. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama yang baik antara pihak SPPG dan mitra kerja dalam memenuhi standar fasilitas serta sarana prasarana pendukung.
Menanggapi kejadian tersebut, Camat Sidomulyo mengimbau Kepala SPPG untuk memperketat pengawasan dan lebih selektif dalam memilih mitra suplier. Fasilitas sarana dan prasarana dibenahi sesuai juknis. Ia juga mengingatkan masyarakat penerima manfaat agar selalu memeriksa kembali kondisi makanan dan minuman sebelum dikonsumsi.
“Masyarakat diharapkan berkoordinasi dan menyikapi persoalan di lapangan secara bijak,” tutupnya.
(Tim)








