KETUA AWPI LAMPUNG SELATAN DUKUNG PENUH TOKOH ADAT SIKAPI LONGSOR HUTAN LINDUNG

Lampung Selatan, Transpos.id. – Ancaman bencana besar di lereng Gunung Rajabasa memicu reaksi dari berbagai elemen masyarakat Pasca pertemuan krusial para tokoh adat yang menyatakan sikap pada Rabu (1/4/2026) kemarin, dukungan kini mengalir deras dari sektor pers.

Fery Yansyah, Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Lampung Selatan, secara tegas menyatakan mendukung penuh langkah berani para tokoh adat dalam menyikapi fenomena tanah longsor yang menghantam area hutan lindung Gunung Rajabasa.

Dalam keterangannya, Fery menegaskan bahwa sikap para tokoh adat adalah representasi dari kekhawatiran ribuan warga yang hidup di bawah bayang-bayang material longsor. Ia menilai faktor alam yang memicu pergeseran tanah di area lindung tersebut harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah baik provinsi maupun kabupaten.

“Kami dari AWPI Lamsel berdiri tegak mendukung para tokoh adat, Apa yang terjadi di Gunung Rajabasa adalah alarm keras bagi kita semua. Ini hutan lindung, paru-paru kita, sekaligus benteng keselamatan warga. Jika tokoh adat sudah bersuara, artinya situasi ini sudah masuk level darurat!” tegas Fery

Fery juga menyoroti bahwa pertemuan tokoh adat dalam musyawarah di Lamban Balak Marga Legun kemarin adalah bukti nyata bahwa kearifan lokal sedang bergerak menyelamatkan lingkungan. Ia meminta instansi terkait untuk serius, tidak menutup mata dan segera melakukan langkah mitigasi konkret.

Sinergi Total: Memastikan pers di Lampung Selatan mengawal ketat setiap kebijakan pemerintah terkait penanganan longsor Rajabasa.

Aksi Mitigasi: Mendesak dinas terkait segera melakukan kajian teknis di titik longsor yang diperkirakan mencapai kemiringan ekstrem 95 derajat tersebut.

Laporan terkini menunjukkan adanya perubahan struktur tebing yang signifikan dengan material batu besar yang mulai berserakan. Keberadaan longsor sepanjang 100 meter ini dianggap sebagai “bom waktu” jika curah hujan terus meningkat.

“Jangan tunggu jatuh korban baru kita sibuk mencari solusi, AWPI akan terus menyuarakan kepentingan rakyat dan mendukung penuh langkah para Saibatin serta tokoh adat untuk menjaga marwah dan keselamatan Bumi Khagom Mufakat” tutup Fery

Di sisi lain, respons mengejutkan datang dari Dr. Senen Mustakim, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung. Saat dikonfirmasi, dirinya mengaku baru mengetahui kabar genting tersebut melalui pemberitaan media.

Ia memohon maaf kepada masyarakat dan menyatakan bahwa dirinya baru menjabat selama satu hari. Meski demikian, ia berjanji akan segera bergerak cepat mencermati situasi dan mengerahkan bidang terkait untuk menangani persoalan di Gunung Rajabasa tersebut. (red)

Tinggalkan Balasan