Tuban – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tuban, Jumat (06/02/2026). Lawatan Mensos RI, Saifullah Yusuf ke Bumi Ronggolawe dalam rangka Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., didampingi Wabup dan Forkopimda Tuban menyambut Mensos RI di Pendopo Krido Manunggal Tuban. Dalam lawatannya kali ini, Mensos RI, didampingi Sekretaris Jenderal, Robben Rico, dan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Supomo.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menteri Sosial di Kabupaten Tuban. Kesempatan menjadi motivasi dalam menjalankan tugas untuk memberikan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.
Mas Lindra sapaan Bupati Tuban menjelaskan dengan beroperasinya Sekolah Rakyat (SR) menjadi harapan bagi anak-anak untuk mengakses pendidikan yang layak. Tidak terkecuali anak-anak kurang mampu secara ekonomi di Kabupaten Tuban. Selain itu, SR mendukung upaya Pemkab Tuban untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa.
Saat ini tengah di bangun kawasan SR Tuban di kelurahan Mondokan. Nantinya bangunan yang berdiri di lahan seluas 5-6 hektar ini, akan mampu menampung 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Menyoal penguatan base data, Pemkab Tuban telah mengembangkan Tuban Satu Data mengentaskan kemiskinan. Program Tuban Satu Data ini memuat data penerima bantuan secara detail.
Mulai dari NIK, alamat penduduk, jenis bantuan yang diterima. Dengan demikian dapat diambil langkah intervensi spesifik kepada penerima.
Bupati Tuban menyatakan Pemkab Tuban bersama pemerintah desa dan pilar sosial akan selalu bergerak bersama menetapkan kebijakan dan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban. Pemkab Tuban akan melakukan sinkronisasi data antara Tuban Satu Data dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf menegaskan Sekolah Rakyat hanya ditujukan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk Desil 1 dan 2. Mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi memiliki hak yang sama dalam meraih cita-cita.
Gus Ipul menyatakan SR tidak membuka pendaftaran. Pihak SR akan mendata dan menjangkau anak-anak di Desil 1 dan 2 agar kembali meraih mimpinya.
“SR menjadi gagasan Presiden RI Prabowo untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa. Karena setiap anak punya kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi bangsa,” jelasnya.
Lebih lanjut, terdapat 166 titik SR dengan 16.000 siswa dengan 2.000 guru. Gus Ipul juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah.
Menurutnya, program ini menjadi investasi peningkatan kualitas pendidikan yang berdampak pada pengentasan kemiskinan. Harapannya, mampu memutus kemiskinan dan membawa dampak positif pada peningkatan kesejahteraan rakyat.
Ditargetkan di tahun 2030 jumlah siswa SR mencapai 500 siswa. Mereka akan mendapat pendidikan formal, religi, dan kemampuan anak.
Gus Ipul memberikan apresiasi atas perhatian Pemkab tuban dalam mengentaskan kemiskinan. Kepedulian pemkab tuban akan terus didukung pemerintah demi menyejahterakan masyarakat. Dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, republik Indonesia terus bertransformasi menuju kemajuan bangsa Indonesia. Langkah ini didukung dengan hadirnya DTSEN. “Data yang baik akan menuntun program tepat sasaran dan bantuan yang disalurkan sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” tuturnya.
Dalam proses updating data, operasional DTSEN hendaknya bisa didukung semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, desa, pilar sosial, dan masyarakat. Adanya DTSEN bisa dimanfaat stakeholder terkait guna menyusun program dan kebijakan. Masyarakat dapat ikut mengawal proses update data.
Selain itu, dapat ikut mengusulkan melalui skema yg telah ditetapkan. Ini menjadi amanat konstitusi untuk mewujudkan keadilan sosial. (Ags)












