Surabaya – Bocah 4 (empat) tahun bernama Abraham Movic Hidayat diduga menjadi korban tabrak lari oleh seorang wanita yang sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Kedung Tarukan Baru II, Surabaya.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (01/03) sekitar pukul 17.00 WIB di depan rumah. Dalam vidio hasil rekaman CCTV di lokasi menunjukan bukti bahwa ada seorang ibu-ibu mengendarai sepeda motor Honda Beat warna biru putih melintas di jalan tersebut.
Sedangkan korban atau adik bernama Abraham sedang bermain sendiri di depan rumah sembari naik diatas kursi, karena namanya anak kecil korban menyebrang tanpa melihat situasi sehingga ditabrak oleh pengendara yang melintas.
Menurut bibinya Renata, usai kejadian itu korban mengalami sesak napas di dada sehingga korban dilarikan kerumah sakit terdekat,
“Korban mengeluh sesak napas, saya dan ibu korban langung membawa kerumah sakit guna pertolongan awal.” kata Renata bibi korban kepada media ini. Selasa (03/03).
Sementara pengendara motor yang sudah menabraknya, tidak bertanggung jawab bahkan pelaku melarikan diri tanpa ada itikat baik terhadap adek bernama Abraham Moovic Hidayat yang kini tengah di rawat di rumah sakit.
Pelaku terlihat jelas, seorang ibu-ibu menggunakan kerudung hitam dan menggunakan kaos lengan panjang motif bunga celana hitam, menggunakan motor metik Honda Beat Nopol S 5882 PS.
“Atas kejadian itu, pelaku yang merupakan ibu-ibu berjanji akan kembali untuk bertanggung jawab. Tetapi ia masih mau beli menu berbuka puasa, sampai hari ini pelaku tidak kembali.” Jelas Renata.
Harapan dari korban hanya ihtikad baik dari pemotor yang sudah menabraknya, kasus ini sudah dilaporkan ke polisi dan kini masih dalam proses penyelidikan atas peristiwa tersebut.
“Saya tunggu ihtikad baik pelaku yang sudah menabrak Abraham keponakan saya, jika pelaku tidak ada untuk bertanggung jawab maka kami sebagai keluarga akan tempuh jalur hukum.” Pintanya.
Masih kata Renata. Ia menyampaikan bahwa kejadian ini dijadikan pelajaran bersama agar lebih mengawasi anak-anaknya saat bermain di jalan antah itu jalan kampung maupun di jalan raya.
“Ini sebuah bentuk pelajaran supaya lebih berhati-hati bagi para orang tua saat anak bermain sendiri di jalan. Apalagi kurang pengawasan tentunya akan terjadi hal yang tidak diinginkan.” Ujarnya Renata. (Sy)








