Tuban – Aroma busuk dugaan pembiaran aktivitas tambang limestone diduga ilegal di Kecamatan Rengel kembali menyengat. Tambang yang disinyalir milik Munarto dan Sarkam ini seolah kebal hukum.
Betapa tidak, Meski rekam jejaknya telah memakan korban jiwa dua nyawa sopir alat berat terkubur hidup-hidup alat berat di lokasi tersebut dikabarkan tetap menderu tanpa hambatan.
Ironisnya, operasional tambang ini sarat akan pelanggaran berat. Selain beroperasi tanpa dokumen perizinan resmi yang menantang wibawa hukum di wilayah Tuban, lokasi tersebut juga diduga kuat melakukan pencurian hak rakyat dengan menggunakan Solar bersubsidi untuk operasional alat beratnya.
Tentu beroperasinya kembali tambang pasca insiden maut itu seakan menunjukkan abainya pengelola terhadap standar keselamatan kerja, sekaligus menjadi tamparan keras bagi fungsi pengawasan instansi terkait.
Bahkan di tengah situasi yang kian meresahkan tersebut, publik justru disuguhkan dengan sikap apatis dari aparat penegak hukum.
Upaya konfirmasi yang dilayangkan awak media kepada Kasat Reskrim Polres Tuban, Bobby, berakhir pada dinding bisu. Meskipun pesan konfirmasi telah terbaca, tidak ada satu patah kata pun penjelasan yang keluar dari pemangku kebijakan hukum tersebut.
Sikap bungkam yang ditunjukkan ini secara otomatis memicu mosi tidak percaya di tengah masyarakat. Muncul spekulasi liar di ruang publik, apakah aparat memang sengaja membiarkan aktivitas ilegal ini, ataukah terdapat main mata yang terjalin erat di balik tirai operasional tambang maut tersebut.
”Diamnya aparat adalah kemenangan bagi pelaku kejahatan.” Absennya tindakan tegas pasca jatuhnya korban jiwa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Kabupaten Tuban.
Oleh karena itu, masyarakat mendesak agar Kepolisian Resor Tuban segera menanggalkan sikap pasifnya. Publik menuntut penutupan paksa lokasi tambang, pengusutan tuntas atas penyalahgunaan BBM bersubsidi, serta transparansi penuh mengapa tambang yang telah menelan korban jiwa tetap dibiarkan melenggang bebas.
Saat ini, marwah hukum di Tuban tengah dipertaruhkan, apakah akan tegak berdiri sebagai pelindung rakyat, atau justru tersungkur kalah oleh kepentingan pengusaha tambang yang merasa tak tersentuh.
Skandal Tambang Diduga Ilegal di Rengel, Hukum Tumpul, Nyawa Melayang dan Kasat Reskrim Bungkam









