22 Hari Droping Air Bersih, Karang Taruna & Kopdes Merah Putih Desa Gamongan Bojonegoro Bertahan dari Donasi Warga, Air Beli Rp 25 Ribu per Truk ‎

BOJONEGORO – Di tengah kekeringan yang melanda Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Karang Taruna bersama Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih terus berjuang menyalurkan air bersih. Hingga Senin (26/10/2026), droping air sudah berjalan 22 hari untuk tiga dusun.
‎
‎Ketua Kopdes Merah Putih Desa Gamongan, Dedi Setiawan, menjawab langsung pertanyaan warga soal isu droping yang hanya untuk warga swadaya.
‎
‎Awalnya ada pertanyaan warga: “Dedi seng intok droping air bersih teko kopdes iku warga seng ikut swadaya tok yo”
‎
‎Dedi dengan tegas meluruskan:
‎
‎”Tidak… semua kita droping, karena donasi banyak dari orang luar desa saya yang nyari donasi, sudah jalan 22 hari, untuk hari ini karena donasi habis, kita ikuti rekues  orang” yang memberi uang solar, soale donasi sudah habis,” ujar Dedi.
‎
‎Dedi menjelaskan mekanisme saat donasi habis, pihaknya mengikuti request lingkungan yang patungan uang solar.
‎
‎”Contoh kmaren lingkungan tengahan, iuran 10rb an, dapet uang 150 rb, kita droping 1 truk 5300 l. Uang sisa kita kumpulkan nant buat beli solar, kalau sudah cukup kita bagi lagi semua tandon,” jelasnya.
‎
‎Terkait prioritas, Dedi menyebut pihaknya mengutamakan tandon untuk kepentingan orang banyak.
‎
‎”Kmaren kita utamakan tandon yang untuk masyarakat banyak, kalau tandon hanya untuk 3-4 rumah kita kasih sekali 2 kali, soalle ada tandon bikin cuma buat 2-4 rumah,” katanya.
‎
‎Dedi juga membeberkan sumber donasi dan biaya operasional yang tidak sedikit. Armada truk dengan 4 thoren harus membeli air dan solar.
‎
‎”Donasi tidak ada dari desa ataupun dari pemerintah, semua dari swasta dan masyarakat. Dari pemdes awal” nyumbang 300rb buat beli solar. Total solar sampai saat ini sudah habis 600 liter,” ungkapnya.
‎
‎”Banyune marai tku, sak trek 25 ewu, sedino trek balek peng 5-6 tepak yow 5-6, di bagi 3 dusun, Gamongan, Kalitengah, Garon, jadi gak cuma Gamongan tok,” lanjutnya.
‎
‎Di tengah keterbatasan, Karang Taruna dan Kopdes kini membawa kotak donasi di setiap pengiriman.
‎
‎”Sak iki arek” kirim banyu tak gawane kotak donasi, seng mek banyu mben ngisi sak iklas e kenek gawe imboh tukune solar, lingkungane sampean di info kang, nek arek” runu mben di i,uri warga gawe tambah tukune solar. Aku wes kempis-kempis golek donasi,” kata Dedi.
‎
‎Dedi pun berpesan agar pemberitaan tidak menyangkutkan Pemdes, karena tujuannya murni membantu warga.
‎
‎”Kalau di buat brita jangan sangkutkan Pemdes mas, kita karang taruna tidak mau ber urusan sama Pemerintahan, Mek banyu tujuane bantu warga, donasi kita berusaha sampai detik iki. Bek e sampean mau donasi buat tambah beli solar Kang, Komunitas e sampean bek e di info,” pintanya.
‎
‎Ia juga menjelaskan kondisi anggaran bencana di desa.
‎
‎”Pemdes tidak ada anggaran untuk penanggulangan bencana, info ada dana 3jt tapi blm bisa di cairkan, soale blm ada kades e,” tutup Dedi.
‎
‎Sementara itu, masih ada laporan warga di titik droping depan rumah yang mengaku belum kebagian jatah.
‎
‎”Iki titik droping ngarep omahku infone ko GK tau Uman dedi,” tulis salah satu warga.
‎
‎Kopdes Merah Putih berharap dengan adanya kotak donasi seikhlasnya dan dukungan komunitas luar desa, droping air bersih bisa terus berlanjut dan menjangkau seluruh titik tandon yang belum kebagian secara merata.
‎
‎Bagi warga atau komunitas yang ingin berdonasi untuk pembelian solar, dapat menghubungi langsung Karang Taruna / Kopdes Merah Putih Desa Gamongan.

Tinggalkan Balasan