GM ASDP Bakauheni Partogi Tamba Dalam Jumpa Pers: Siagakan 57 Kapal Siap Hadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026

Bakauheni Lampung Selatan, Transpos.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Sebanyak 57 unit kapal telah disiapkan untuk melayani penyeberangan di lintasan utama Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni.

Kesiapan tersebut disampaikan dalam kegiatan jumpa pers bersama awak media yang digelar di Ruang VIP ASDP Cabang Bakauheni, Kamis (5/3/2026).

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi guna memastikan kelancaran arus penumpang dan kendaraan selama periode angkutan Lebaran.

Salah satu langkah utama yang diterapkan yakni skema pembagian kendaraan sesuai dengan ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) guna mengantisipasi potensi kepadatan di pelabuhan.

“Beberapa kendaraan akan dilayani melalui Pelabuhan Bakauheni, sementara kendaraan besar terutama logistik akan dialihkan ke pelabuhan alternatif seperti Pelabuhan BBJ, Pelabuhan Wika Beton, dan Pelabuhan SMA. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di pelabuhan utama,” ujar Partogi.

Partogi menjelaskan, kendaraan yang diperbolehkan menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni meliputi pejalan kaki, sepeda motor, kendaraan pribadi, serta kendaraan pick-up.

Sementara itu, kendaraan logistik dan truk besar akan diarahkan menuju pelabuhan alternatif guna memperlancar distribusi kendaraan selama masa mudik.

Berdasarkan data angkutan Lebaran tahun sebelumnya, jumlah penumpang yang menyeberang melalui lintasan Merak–Bakauheni mencapai sekitar 1.253.200 orang.

Pada tahun 2026, ASDP memprediksi jumlah tersebut akan mengalami kenaikan sekitar 2,11 persen, sehingga total penumpang diperkirakan mencapai 1.376.970 orang.

Sementara untuk kendaraan roda empat, tahun lalu tercatat sebanyak 169.147 unit dengan total kendaraan mencapai 313.550 unit.

“Tahun ini kendaraan roda empat diproyeksikan meningkat sekitar 1,99 persen menjadi sekitar 172.712 unit, dengan total kendaraan diperkirakan mencapai sekitar 319 ribu unit,” jelasnya.

Menurut Partogi, secara nasional kenaikan jumlah pemudik diperkirakan sekitar 1,7 persen, namun khusus di lintasan Merak–Bakauheni peningkatannya diprediksi sedikit lebih tinggi.

Untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan, ASDP menyiapkan 57 kapal, dengan rata-rata 28 kapal yang akan beroperasi setiap hari secara bergantian. Sementara kapal lainnya disiagakan sebagai cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Selain itu, sejumlah pelabuhan alternatif juga akan difungsikan, di antaranya Pelabuhan Ciwandan yang akan dilayani sekitar 12 kapal, serta Pelabuhan BBJ untuk membantu distribusi kendaraan.

ASDP juga akan menerapkan sistem single tarif pada dermaga eksekutif guna pemerataan distribusi kendaraan dan penumpang selama masa angkutan Lebaran.

ASDP memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 18–19 Maret 2026, sedangkan arus balik diperkirakan berlangsung pada H+3 hingga H+4 Lebaran, yakni sekitar 25–26 Maret 2026.

Namun demikian, prediksi tersebut masih dapat berubah menyesuaikan kebijakan pemerintah terkait jadwal libur nasional dan cuti bersama.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, ASDP juga menyiapkan tiga skema operasional, yakni skema normal, skema padat, dan skema sangat padat yang akan diterapkan sesuai kondisi di lapangan.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan baik di kapal maupun di pelabuhan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, lancar, dan nyaman,” kata Partogi.

Ia juga berharap dukungan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026. (redHb)

 

Tinggalkan Balasan