Surabaya – Aksi apes di alami Fadli Arisona (32) pelaku pencurian dengan kekerasan (Jambret) kalung emas milik seorang perempuan yang ketangkap warga di Jalan Platuk, Surabaya, pada hari Rabu (01/04) sekitar pukul 13:41. WIB.
Akibatnya, pria asal warga Wonokusumo Jaya Baru X No.14 Kelurahan Pegirian, Kecamatan Semempir, kota Surabaya ini babak belur dihajar massa.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Kenjeran Ipda Viradix Pamungkas saat di konfirmasi melalui WhatsApp pribadinya, Kamis (02/04).
Namun pihaknya belum memberikan keterangan resmi soal penangkapan dan kronologi peristiwa penjambretan di Jalan Platuk Surabaya.
“Untuk sementara ini pelaku masih dalam proses penyidikan dan pengembangan,” kata Viradix Pamungkas.
Berdasarkan berita viral, pelajaran ditangkap setalah melakukan penjambretan kalung milik seorang wanita, pelaku diteriaki maling sehingga pelaku berhasil ditangkap warga di dekat Musala Al Huda, dan dihajarnya.
Menurut keterangan Lutfi. Ia menceritakan awalnya dirinya mendengarkan teriakkan maling dari arah utara Jalan Platuk yang memancing perhatian massa.
“Sementara dirinya baru saja membuka tempat usahanya ketika mendengar keributan hebat di depan tokonya. pelaku sudah ditangkap dan dihajar massa,” ujarnya Lutfi.
Menurutnya. pelaku penjambretan tersebut berjumlah dua orang dan beraksi menggunakan sepeda motor Honda PCX berwarna putih.
Keduanya merampas kalung milik seorang perempuan di kawasan Jalan Platuk Gang Buntu sebelum akhirnya berusaha melarikan diri ke arah timur menuju Sidotopo Wetan.
Namun, warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pengejaran hingga berhasil menangkap salah satu pelaku di titik lokasi kejadian.
Pelaku akhirnya tertangkap di Jalan Platuk 18 dan langsung menjadi sasaran kemarahan warga yang berada di lokasi tersebut.
Lutfi menyebut, pelaku sempat menjadi sasaran amukan massa selama kurang lebih satu jam sebelum akhirnya petugas kepolisian tiba di lokasi.
“Saya tidak tahu identitas pelaku. Tapi tadi sempat dihajar cukup lama sebelum dibawa polisi menggunakan mobil patroli,” tandasnya.
(Sy)









