Berita  

*Litbang YLPKSM Rajekwesi Kritik Pedas: Dewan Pendidikan Harus Berani Mengoreksi, Bukan Mengamini.*

Bojonegoro – Pelantikan Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro oleh Setyo Wahono seharusnya menjadi momentum memperbaiki kualitas pendidikan, bukan sekadar seremoni yang berakhir pada foto bersama dan pidato penuh janji.

Kang Har, selaku Litbang YLPKSM Bojonegoro, menyampaikan kritik keras agar Dewan Pendidikan yang baru dilantik tidak hanya menjadi “stempel kebijakan” pemerintah daerah. Senin 29/06/2026

Masyarakat sudah terlalu sering disuguhi pelantikan yang megah, tetapi hasilnya minim. Dewan Pendidikan jangan sampai hanya menjadi pelengkap administrasi kekuasaan. Jika hanya diam terhadap berbagai persoalan pendidikan, keberadaannya tidak lebih dari sekadar pajangan birokrasi yang menghabiskan anggaran.

Menurut Kang Har, tantangan pendidikan di Bojonegoro masih sangat nyata, mulai dari pemerataan kualitas sekolah, kesejahteraan tenaga pendidik, pungli yang dikemas dengan uang gedung beli LKS atau rekreasi, hingga akses pendidikan yang belum sepenuhnya merata. Karena itu, Dewan Pendidikan harus berani bersikap independen dan kritis.

Jangan hanya berani berbicara di ruang rapat, tetapi bungkam ketika melihat kebijakan yang keliru. Dewan Pendidikan dibentuk untuk memberi masukan, kritik, dan pengawasan moral terhadap arah kebijakan pendidikan, bukan menjadi kelompok yang hanya pandai mengangguk.”

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan tersebut adalah amanah publik, bukan penghargaan politik ataupun simbol prestise.

Rakyat tidak membutuhkan Dewan Pendidikan yang gemar berfoto bersama pejabat. Yang dibutuhkan adalah dewan yang berani berdiri bersama masyarakat, memperjuangkan kualitas pendidikan, dan mengoreksi pemerintah ketika kebijakannya tidak berpihak kepada peserta didik maupun tenaga pendidik.”Ujarnya dengan nada sinis.

Kang Har menegaskan, publik akan menilai Dewan Pendidikan bukan dari prosesi pelantikannya, melainkan dari keberanian, integritas, serta kontribusi nyata dalam memperbaiki mutu pendidikan di Kabupaten Bojonegoro.

Jika lima tahun ke depan Dewan Pendidikan hanya menjadi penonton, maka pelantikan beberapa waktu yang lalu oleh Bupati hanya akan dikenang sebagai seremoni yang mahal, tetapi miskin manfaat bagi dunia pendidikan Bojonegoro.”Pungkasnya.

Penulis: PEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan