AKBP Wahyu Fokus Pada Pelaku Dulu, Polisi Belum Simpulkan Pembunuhan di Wonokusumo Terlibat Asmara

SURABAYA – Upaya Kepolisian untuk mengungkap kasus pembunuhan di Wonokusumo Jaya Pinggir, kecamatan Semampir, Kota Surabaya terus mengumpulkan para saksi serta meminta keterangan keluarga pelapor dan mengejar para pelaku

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Wahyu Hidayat, ia menjelaskan untuk sementara motif dari pelaku pembunuhan terhadap Hasan (37) tahun belum bisa menyimpulkan.

“Untuk motif belum bisa disimpulkan apakah itu ada keterlibatan asmara atau ada persoalan lain, tunggu pelaku ditangkap. anggota saat ini masih di lapangan.” Ujarnya Wahyu saat di temui makan siang di kantin Polres. Kamis (30/04).

Wahyu juga mengatakan untuk kasus pembunuhan ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman guna mengetahui pelaku nya, disamping itu saat di lokasi tidak ada CCTV yang menjadi petunjuk awal peristiwa.

Menurutnya, tentunya tim juga punya trik dan cara tersendiri untuk bisa segera mengungkap para pelaku pembunuhan Hasan warga Desa Pandan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, ini.

“Mohon doa saja semoga anggota bisa segera menemukan titik temu soal pembunuhan tersebut dan bisa segera menangkap pelakunya.” Katanya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa pembacokan di jalan Wonokusumo Jaya Pinggir, kelurahan Pegirian, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya kembali terjadi, Rabu (29/04) sekitar pukul 08:00 WIB,

Korban bernama Hasan (37) warga asal Desa Pandan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, korban ditemukan tergeletak tak bernyawa oleh warga sekitar.

Berdasarkan informasi dari ketua RT 16 Mustofa mengaku bahwa dirinya mendapatkan kabar dari warga sekitar bahwa ada carok di Wonokusumo Jaya Pinggir, korban katanya sudah ditemukan tergeletak dan meninggal dunia.

“Jadi dilokasi tidak ada saksi mata, namun, korban sudah diketahui terbujur kaku dengan penuh luka ditubuh diduga di bacok oleh orang tak dikenal.” Kata Mustofa kepada awak Media Rabu (29/04).

Mustofa juga menjelaskan bahwa korban ini bukan warga RT 16, melainkan warga ikut RT 15 yang mana korban ini tinggal bersama keluarganya dan baru saja bekerja sebagai tukang bangunan di Sidotopo sekolahan GG 8 Surabaya.

Korban meninggal di lokasi saya ikut RT 16 RW 11 Wonokusumo Jaya, sementara kejadian sebelumnya, diduga korban dibacok di Sidotopo sekolahan XII, saat olah TKP kepolisian mengamankan dua sarung clurit yang diduga dipergunakan para pelaku.

“Untuk motif saat ini belum diketahui jelas apakah itu terkait perselingkuhan atau apa saya kurang paham.” Ujarnya Mustofa.(Sy)

Tinggalkan Balasan