Menu

Mode Gelap
Komite Sekolah SMAN 1 Kalitidu Seakan Menjabat Seumur Hidup Satgas Yonif 112/DJ Gelar Kegiatan Bakti Sosial dan Pengobatan di Kampung Wandenggobak Tim Satgas Pangan Polres Blitar Kota Sidak Pasar Cek Ketersediaan Bapokting Jelang Ramadhan Pengakuan Pelaku Penyebar Video Pelajar Berhubungan Badan di Lampung Babinsa Koramil Bubulan Bojonegoro bantu Warga Ngorogunung Pasang Genteng Rumah Operasi Keselamatan Semeru di Jumat Berkah Polres Tuban Ajak Masyarakat Tertib Lalin Dengan Berbagi Nasi Kotak

BERITA

Ditagih Soal Gaji, Oknum PT SOLUSI AHLI MANDIRI Ancam Bunuh Pekerja Proyek dengan Senpi

badge-check


					Ditagih Soal Gaji, Oknum PT SOLUSI AHLI MANDIRI Ancam Bunuh Pekerja Proyek dengan Senpi Perbesar

Kutai Barat||transpos.id – Gencarnya pemberitaan soal tidak digajinya pekerja proyek pembangunan Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar yang berada di Kutai Barat, Kalimantan Timur selama 1 bulan.

Nampaknya membuat rekanan PT SOLUSI AHLI MANDIRI kebakaran jenggot, dan diduga mengancam bunuh salah satu pekerja proyek yang membela haknya tersebut menggunakan Senpi.

Menurut salah satu Pekerja yang enggan disebutkan namanya pada awak media ini, memang usai ramai diberitakan, dirinya bersama pekerja lainya langsung digaji.

Namun miris, pihak pemborong yang bernama Agus marah-marah ke saya terkait berita tersebut dan menodongkan pistol ke badan saya,” ucapnya.

” Kami berangkat dari jawa ongkos sendiri tanpa difasilitasi, hanya team kami yang kontrak rumah. lainnya dibuatkan mess yang gak layak info yang aku dengar kontrakan di bayarkan sama PT tapi ujung-ujungnya juga potong gaji. Makan juga potong gaji, tapi gaji juga masih dipotong, KTP ditahan selama kerja, emangnya kita ini memakai fasilitas apa dari PT.

“Janji janji manis hanya untuk memikat pekerja untuk dijadikan sapi perahan tenaganya demi memuluskan proyeknya terselesaikan. Kami berharap kelak jika pelaku penodongan di proses, agar di hadirkan saksi-saksi kejadian diantaranya adalah Pelaksana, Pengawas, mandor dan 2 orang kepercayaan kepala tukang.

” Ditambah tidak adanya pendekatan secara hati ke hati, sejak kejadian penodongan senjata dan tidak merasa mau minta maaf atau gimana, malah berujung pekerja pergi. Karena merasa tidak dimanusiakan selama kerja,” tambahnya.

” Terkait persoalan ini kami berharap semua saksi kejadian jujur biarpun mereka adalah sesama sahabat jangan ada yang ditutupi. Agar keadilan di tegakkan di kutai barat,” tutupnya.

Dan lebih mirisnya lagi selama tidak ada aktifitas kerja karena nunggu material yang janjinya biaya hidup ditanggung oleh perusahaan. Pada kenyataanya pas gajian harus dipotong biaya makan, bukanya mendapat ganti rugi, malah dipotong biaya makan selama 11 hari. Al hasil semakin menambahkan kekecewaan para pekerja maka satu-satunya jalan pekerja meninggalkan proyek.

Sementara terkait kejadian penodongan ke salah satu pekerja yang membela haknya menggunakan senjata api, awak media ini berharap lewat berita ini Aparat Penegak Hukum segera menindak tegas para pelaku dan memproses sesuai undang-undang yang berlaku.

(Tim)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komite Sekolah SMAN 1 Kalitidu Seakan Menjabat Seumur Hidup

15 Februari 2025 - 19:31 WIB

Satgas Yonif 112/DJ Gelar Kegiatan Bakti Sosial dan Pengobatan di Kampung Wandenggobak

15 Februari 2025 - 17:41 WIB

Tim Satgas Pangan Polres Blitar Kota Sidak Pasar Cek Ketersediaan Bapokting Jelang Ramadhan

15 Februari 2025 - 17:36 WIB

Pengakuan Pelaku Penyebar Video Pelajar Berhubungan Badan di Lampung

15 Februari 2025 - 16:45 WIB

Babinsa Koramil Bubulan Bojonegoro bantu Warga Ngorogunung Pasang Genteng Rumah

15 Februari 2025 - 12:23 WIB

Trending di BERITA