LAMPUNG SELATAN, Transpos.id. – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali disorot setelah warga Desa Taman Agung dan Desa Gunung Terang, Kecamatan Kalianda, terpaksa memperbaiki ruas jalan desa yang rusak parah dan berlumpur secara swadaya. Tanpa menunggu anggaran daerah, warga merogoh kocek sendiri untuk menimbun dan meratakan jalan yang menjadi akses utama mereka.
Aksi ini viral setelah diunggah akun Facebook Rudi Yansyah pada Jumat (21/5/2026). Dalam video berdurasi 30 detik, seorang warga secara tegas menyatakan perbaikan dilakukan murni atas inisiatif masyarakat karena tidak ada perhatian dari pemkab.
“Warga Desa Taman Agung dan Gunung Terang Kecamatan Kalianda, gotong royong dengan dana sokongan masyarakat sendiri-sendiri. Belum ada sentuhan sama sekali dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,” ujar pria dalam video tersebut.

Janji Kampanye “Bupati Baru” Dipertanyakan
Aksi gotong royong ini berubah menjadi sorotan politik. Sebagian warga yang terlibat terlihat mengenakan kaus biru muda bergambar Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dengan slogan “Bupati Baru, Lamsel Maju” di bagian belakang.
Kondisi itu memicu reaksi keras netizen di kolom komentar. Mereka menagih janji kampanye dan hasil Musrenbangcam yang disebut pernah menjanjikan perbaikan jalan tersebut.
Akun Ridwan Kusuma menulis langsung kepada bupati: “Izin mas bup Radityo Egi Pratama, jalan ini yang pernah dijanjikan saat musrenbangcam Kalianda, saat anak-anak SMP menyampaikan keluh kesah dengan 3 bahasa mas bup. Mohon tindak lanjutnya mas bup Radityo Egi Pratama.”
Kekecewaan warga juga diungkap pemilik akun Rudi Yansyah. Ia menyebut aksi ini lahir dari kejenuhan terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki meski sudah lama dikeluhkan.
“Ya nggak tau lah duitnya ke mana. Yang jelas kami bukan karena mampu, tapi kami bergerak karena sudah bosan dengan jalan yang udah nggak layak. Karena gimana-gimana juga tetap kami yang merasakan, makanya kami bergotong royong semampu kami,” tulisnya.
APBD Terbatas Jadi Pembelaan, Warga Tetap Menagih
Di tengah kritik, sejumlah netizen meminta masyarakat bersabar dengan alasan keterbatasan APBD. Mereka menyebut beban perbaikan jalan warisan dari pemerintahan sebelumnya terlalu besar untuk diselesaikan sekaligus.
“Ini hal bagus dengan gotong royong warga. Masyarakat harus memahami bukan Bapak Bupati Radityo Egi Pratama tidak mendengar, tetapi APBD kita tidak bisa mencukupi semua usulan rakyat sehingga harus bergantian. Karena warisan jalan rusak di Lamsel begitu banyak,” tulis akun Widodo Pan.
Akun Berliyansyah Berlian juga mengapresiasi inisiatif warga dan menyebut aspirasi tetap ditampung bupati.
Namun, pembelaan itu belum meredam tuntutan warga di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, warga Kalianda berharap pemerintah daerah segera membuktikan janji “Bupati Baru, Lamsel Maju” dengan memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan, bukan membiarkannya ditanggung masyarakat lewat gotong royong.*









