Bojonegoro – CV LISA, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengolahan lahan pertanian, kembali menegaskan komitmennya untuk membantu para petani meningkatkan kualitas lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Direktur CV LISA, Rofiudin, menanggapi berkembangnya pemberitaan dan isu di masyarakat terkait kegiatan pengolahan lahan yang berlangsung di wilayah Desa Sumberjo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Senin (08/06/2026).
Menurut penjelasan Rofiudin, seluruh rangkaian kegiatan yang sedang berlangsung merupakan bentuk kerja sama resmi yang telah disepakati bersama antara pihaknya dengan para pemilik lahan setempat. Tujuan utama dari kerja sama ini sangat jelas, yakni mengubah lahan kering yang sebelumnya tandus dan kurang dimanfaatkan, menjadi lahan pertanian yang subur dan produktif. Harapannya, langkah ini dapat meningkatkan hasil panen serta kesejahteraan ekonomi para petani di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
”Kegiatan yang kami lakukan ini murni pengolahan lahan pertanian. Tujuan kami jelas, menjadikan lahan kering menjadi lahan yang subur dan berdaya guna maksimal. Dan hasilnya pun sudah terbukti nyata di lapangan; lahan-lahan yang telah kami kerjakan dan kami olah kini telah berubah bentuk menjadi lahan sawah yang sangat subur dan siap menghasilkan panen melimpah,” ungkap Rofiudin menjelaskan hasil kerja pihaknya.
Salah satu isu yang paling banyak berkembang dan menjadi sorotan di masyarakat adalah penggunaan alat berat serta kendaraan angkut yang dianggap warga mirip dengan kegiatan pertambangan. Menanggapi hal tersebut, Rofiudin menegaskan bahwa anggapan tersebut adalah hal yang keliru dan tidak berdasar kebenarannya sama sekali. Ia menjelaskan secara rinci bahwa alat berat yang digunakan hanyalah sarana atau alat penunjang pekerjaan untuk mempermudah dan mempercepat proses pengolahan tanah yang luas, sama sekali tidak berhubungan dengan aktivitas penggalian bahan tambang.
”Kami tegas menyatakan kepada seluruh masyarakat, tidak ada kegiatan pertambangan sedikit pun di sini. Yang ada dan yang kami kerjakan hanyalah pengolahan lahan pertanian. Perlu dipahami bersama, tidak semua kegiatan yang menggunakan alat berat atau kendaraan besar itu berarti pertambangan. Saya berharap rekan-rekan media dan masyarakat luas dapat lebih cerdas, teliti, dan memahami perbedaan mendasar tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman yang merugikan di masyarakat,” tegas Rofiudin dengan nada meyakinkan.
Poin penting lain yang juga ditanggapi oleh Rofiudin adalah isu terkait perdagangan tanah kering hasil pemerataan. Ia memastikan bahwa segala aktivitas jual beli atau pengelolaan tanah tersebut telah dipegang teguh oleh aturan, di mana CV LISA telah memiliki izin resmi dan sah untuk melakukan kegiatan tersebut. Selain itu, perusahaan yang dipimpinnya selalu mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Kabupaten Bojonegoro, termasuk kewajiban rutin dan tertib dalam membayar pajak.
”Khusus untuk tanah kering hasil pemerataan yang diperjualbelikan, kami pastikan CV LISA telah memegang izin resmi yang sah dan lengkap. Kami juga selalu taat dan tertib dalam membayar pajak sesuai ketentuan yang berlaku, tidak ada yang kami langgar atau kami tinggalkan,” tambahnya menegaskan legalitas usaha perusahaannya.
Di penghujung penjelasannya, Rofiudin memberikan pesan yang sangat menonjol untuk meluruskan persepsi publik. Ia mengajak siapa saja yang masih ragu atau hanya menilai sepintas lalu dari peralatan yang ada, untuk turun langsung ke lapangan dan melihat hasil akhirnya.
”Jangan hanya menilai atau asal melihat dari alat berat yang ada maupun kendaraan angkut yang lewat saja. Itu hanya alat bantu kerja. Coba datang dan tanyakan langsung kepada pemilik sawah atau warga setempat. Lihat sendiri lahannya, tanyakan apa kondisinya sekarang, dan lihatlah tanah yang sekarang sudah hijau tertanami padi. Itulah bukti nyata kerja kami,” ujar Rofiudin.
Hingga kini, keberadaan CV LISA dan program pengolahan lahan ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari para pemilik lahan dan petani setempat di Desa Sumberjo, Kecamatan Trucuk. Salah satu pemilik lahan yang ditemui awak media mengaku sangat senang dan berterima kasih atas kerja sama yang terjalin. Ia menyebutkan bahwa berkat bantuan dan kerja sama dengan CV LISA, tanah yang sebelumnya kering kerontang dan tidak menghasilkan apa-apa kini telah berubah menjadi sawah yang sangat subur dan siap ditanami.
”Kami sangat senang dan berterima kasih kepada CV LISA. Berkat kerja sama ini, lahan kami yang dulu kering dan tak ada apa-apanya kini berubah menjadi sawah yang sangat subur dan produktif. Ini sangat membantu kami para petani agar bisa bertani dengan hasil lebih baik,” ujar salah satu pemilik lahan dengan wajah gembira.
Pihak CV LISA berharap, ke depannya kerja sama ini dapat terus berjalan lancar dan menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dan kerja sama dapat mengubah lahan tandus menjadi sumber penghidupan yang menyejahterakan masyarakat Bojonegoro.
Jangan Hanya Lihat Alat Berat, CV LISA Ajak Masyarakat Cek Langsung Lahan Sawah Warga









