Ketua DPD JWI Lamsel dan Kadis Pariwisata Bahas Strategi Pengembangan Eduwisata di Lampung Selatan

KALIANDA, LAMSEL, Transpos.id. – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Dewan Pimpinan Daerah Jajaran Wartawan Indonesia DPD JWI Kabupaten Lampung Selatan Zul Kenidy menggelar forum diskusi bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan Dr. I Nyoman Setiawan, S.E., M.M. Diskusi ini membahas penguatan dan pengembangan konsep Eduwisata di wilayah setempat.

Pertemuan berlangsung di Aula Home Stay Penginapan Lamban Queen, Desa Maja, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.

Dalam forum tersebut, Zul Kenidy menyampaikan sejumlah gagasan dan solusi terkait tata kelola Eduwisata agar program berjalan lebih terarah dan berdampak bagi masyarakat.

“Kita sering disibukkan dengan pekerjaan masing-masing sehingga silaturahmi kadang terabaikan. Semoga ke depan kita diberikan kesempatan untuk terus bertemu dan mempererat tali persaudaraan,” ucap Zul Kenidy mengawali diskusi.

*5 Poin Strategi Pengembangan Eduwisata Versi JWI Lamsel*
Zul Kenidy menyoroti pentingnya kejelasan penanggung jawab dan penguasaan materi dalam setiap program eduwisata yang telah berjalan di beberapa titik seperti Trimomukti, Fajar Baru, kawasan pesisir Ketapang, dan destinasi wisata lainnya.

Ia menyampaikan 5 poin utama demi kemajuan bersama:

*1. Kejelasan Pengelolaan*: Perlu ditetapkan satu tim koordinator yang benar-benar memahami dan menguasai seluruh program, agar tidak ada lagi ketidakjelasan siapa yang memegang kendali.
*2. Menyatukan Program*: Rute eduwisata perlu disusun secara terpadu sehingga wisatawan dan sekolah dapat mengunjungi beberapa lokasi sekaligus dengan tema yang berkesinambungan.
*3. Materi Edukasi Baku*: Menyusun materi edukasi standar yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan, agar kunjungan benar-benar bernilai tambah bagi proses belajar siswa.
*4. Pembenahan Infrastruktur*: Terus membenahi akses jalan, fasilitas umum, dan kenyamanan di setiap lokasi eduwisata.
*5. Peningkatan Kapasitas Pengelola*: Melalui pelatihan, sertifikasi, serta perluasan kerja sama dengan sekolah dan dinas terkait.

“Dengan langkah-langkah yang terarah ini, saya yakin Eduwisata Lampung Selatan akan menjadi lebih teratur, bermanfaat, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat luas,” tegas Zul Kenidy.

*Kadis Pariwisata: Dinas Berperan sebagai Fasilitator dan Regulator*
Menanggapi hal tersebut, Dr. I Nyoman Setiawan menegaskan bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tidak berperan sebagai pelaksana tunggal, melainkan sebagai fasilitator sekaligus regulator.

“Kita juga harus menjawab keraguan yang muncul. Apa sebenarnya ciri yang membuat sebagian orang menganggap program ini sekadar isu atau hoax? Maka justru di sinilah pentingnya kemasan yang tepat untuk program ini, hal yang sampai saat ini masih terus kita cari dan benahi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat. “Apakah masyarakat benar-benar dilibatkan, atau hanya sekadar menjadi objek saja? Keberhasilan eduwisata sangat bergantung pada seberapa besar dukungan dan keikutsertaan warga setempat.”

Lebih lanjut, I Nyoman mengingatkan agar pengembangan eduwisata dijauhkan dari nuansa politik praktis dan kegiatan yang bertentangan dengan hukum. “Hal itu justru akan mendatangkan masalah, kerugian, maupun dampak buruk bagi program ini sendiri,” tukasnya.

Terkait rencana audiensi dengan Bupati, I Nyoman menyampaikan bahwa Bupati telah memberikan arahan yang tegas agar program pariwisata berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata.

*JWI Lamsel Ditunjuk sebagai Pelaksana Lomba Lintas Wisata*
Dalam kesempatan yang sama, forum juga membahas rencana kegiatan besar pariwisata. Kegiatan Lomba Lintas Wisata Alam Gunung Rajabasa dan Krakatau yang akan digelar pada Oktober 2026 mendatang, ditunjuk JWI Kabupaten Lampung Selatan sebagai pelaksana.

Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu penguat branding wisata alam Lampung Selatan sekaligus mendukung promosi paket eduwisata yang sedang dirancang.

Diskusi ditutup dengan komitmen bersama antara JWI Lamsel dan Dinas Pariwisata untuk terus bersinergi dalam membangun ekosistem pariwisata edukatif yang berdaya saing dan berkelanjutan di Kabupaten Lampung Selatan.(Al)

Tinggalkan Balasan