Berita  

Krida Nusantara: Mahasiswa PPG UHAMKA Kenalkan Budaya melalui Bermain dan Berkarya

Jakarta Timur – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru UHAMKA Tahun 2026 mengenalkan budaya Nusantara melalui kegiatan Krida Nusantara di RPTRA Ciracas Prima, Jakarta Timur, Minggu (27/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini mengusung slogan “Bermain, Berkarya, dan Melestarikan Nusantara” dan merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Projek Kepemimpinan.

Krida Nusantara menghadirkan dua kegiatan utama, yaitu board game monopoli bertema permainan tradisional dan lokakarya ecoprint. Anak-anak mengenal engklek, congklak, yoyo, bekel, kelereng, gangsing, dan permainan karet melalui permainan yang juga mengangkat sejumlah tempat di Jakarta.

Board game tersebut dilengkapi challenge dan kuis budaya tentang kebudayaan daerah serta nilai-nilai nasional. Dengan konsep ini, anak-anak mengenal budaya melalui pengalaman bermain, berinteraksi, dan menyelesaikan tantangan bersama.

Pada lokakarya ecoprint, anak-anak membuat motif pada totebag menggunakan bahan alami seperti daun dan bunga. Kegiatan ini mengajak mereka mengeksplorasi lingkungan sekaligus menghasilkan karya yang dapat digunakan.

Ketua RPTRA Ciracas Prima menyambut positif kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dilakukan di wilayah RPTRA. Anak-anak zaman sekarang banyak yang sudah tidak mengenal permainan tradisional dan daerahnya. Dengan permainan tersebut, mereka bisa lebih mengenal permainan-permainan tradisional sekaligus mengenal daerahnya,” ujarnya. Ia menambahkan, “Ecoprint juga memberikan pemahaman bahwa bahan-bahan alam ternyata bisa dimanfaatkan untuk membuat tas atau kerajinan yang bermanfaat,” tambahnya.

Pengurus RPTRA Ciracas Prima juga berharap kegiatan serupa dapat berkelanjutan dan menjangkau peserta lebih luas. “Kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan dengan skala yang lebih besar, tidak hanya untuk anak-anak sekolah dasar. Saya sendiri sudah lama tidak bermain gangsing, jadi kegiatan ini juga mengingatkan kembali pada permainan tradisional yang dulu pernah dimainkan,” tuturnya.

Sebagai bagian dari Projek Kepemimpinan, kegiatan ini menjadi sarana mahasiswa PPG mengembangkan kepemimpinan, kolaborasi, kepedulian sosial, dan kontribusi kepada masyarakat. Dosen pembimbing menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk kontribusi calon guru. “Seorang guru tidak hanya berdampak di sekolah, tetapi juga perlu meningkatkan swadaya dan berdampak pada kemasyarakatan,” ungkapnya.

Melalui Krida Nusantara, mahasiswa PPG Calon Guru UHAMKA menghubungkan pendidikan, budaya, dan kehidupan masyarakat. Dengan semangat “Bermain, Berkarya, dan Melestarikan Nusantara”, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kecintaan dan kepedulian anak terhadap budaya serta lingkungan sebagai kekayaan Nusantara yang perlu dikenal dan dilestarikan. (*)

Tinggalkan Balasan