Pemprov Lampung, akan Proses Proposal Pengajuan Infrastruktur Di Way Muli Induk Rajabasa Lamsel

Lampung Selatan, Transpos.id. – Saat Kondisi jalan utama milik Pemerintah Provinsi Lampung di Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan parah dan belum kunjung diperbaiki.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah lubang besar menganga di badan jalan aspal, tepatnya di Desa Way Muli Induk, Kecamatan Rajabasa. Kerusakan tersebut dinilai membahayakan pengendara, khususnya kendaraan roda dua yang melintas di kawasan itu.

Saat musim hujan, kondisi jalan semakin memprihatinkan. Permukaan jalan menjadi licin dan dipenuhi genangan air bercampur tanah yang mengalir dari tebing di sisi atas jalan.

Selain itu, tidak adanya talut maupun saluran drainase membuat air hujan langsung meluber ke badan jalan.

Kepala Desa Way Muli Induk, Suryana, mengatakan pihak desa telah berulang kali mengajukan proposal kepada Pemerintah Provinsi Lampung.

Proposal tersebut berisi permohonan pembangunan gorong-gorong, talut penahan air, hingga perbaikan jalan yang rusak parah.

“Pemerintah desa sudah mengirim Proposal ke Provinsi Lampung. Bahkan Pak Camat Rajabasa juga mengetahui pengajuan tersebut,” ujar Suryana, kepada media setempat, pada Senin 18 Mei 2026.

Menurutnya, pemerintah desa bersama masyarakat juga rutin melakukan gotong royong untuk mengurangi dampak kerusakan jalan. Warga membuat aliran air secara manual agar mengurangi derasnya debit air dari atas tebing ke badan jalan.

“Pemerintah desa bersama masyarakat terus bergotong royong membuat siringan supaya air tidak turun langsung ke jalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Rajabasa Lampung Selatan, Firdaus,S.E.,M.M., menyebut perbaikan jalan di Desa Way Muli Induk dipastikan segera direalisasikan tahun ini. Maka, ia mengatakan bahwa proposal yang diajukan telah mendapat respons dari Pemerintah Provinsi Lampung dan kini masih dalam proses tender.

“Alhamdulillah proposal kita sudah ditanggapi provinsi. Mudah-mudahan sebelum Agustus pekerjaan sudah terlaksana karena saat ini masih tahap tender,” kata Firdaus.

Firdaus juga mengajak masyarakat mendukung proses pembangunan nantinya. Sebab, selama pengerjaan berlangsung arus lalu lintas diperkirakan akan terganggu akibat aktivitas proyek dan material yang berada di sekitar lokasi perbaikan.

“Kalau pengerjaan sudah dimulai, masyarakat kami harap bersabar dan tetap berhati-hati saat melintas karena pasti ada gangguan lalu lintas. Kami juga mohon dukungan masyarakat demi kelancaran pembangunan,” tegasnya.

Sehingga, ia pun turut mengimbau warga agar lebih waspada saat melintas di ruas jalan tersebut, terutama pada musim hujan yang membuat jalan berlubang menjadi semakin licin dan rawan kecelakaan.

“Dan saya juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Kecamatan Rajabasa, agar lebih berhati-hati saat melintas. Kondisi jalan berlubang di musim hujan sangat rawan kecelakaan. Namun masyarakat diminta bersabar karena pihak provinsi akan segera melakukan perbaikan,” ujarnya.

Firdaus juga menambahkan bahwa masyarakat Rajabasa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan Pemerintah Provinsi Lampung atas respons terhadap keluhan warga terkait kerusakan jalan tersebut.

“Saya mewakili masyarakat Kecamatan Rajabasa mengucapkan Terima Kasih kepada Bupati Lampung Selatan bapak H.Radityo Egi Pratama,S.T.,M.B.A., dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal,S.T.,M.M., yang telah mendorong percepatan perbaikan jalan rusak di Desa Way Muli Induk, tepatnya di kawasan wisata Gunung Botak,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan