Polisi Bebaskan Dua Diduga Maling Helm Kapasari Surabaya: Ipda Vian sebut Salah Paham

Surabaya – Polsek Genteng, Polrestabes Surabaya disorot setelah mengamankan dua pria diduga maling helm yang terjadi di kawasan Kapasari Surabaya. tepatnya di warkop Bening North, Sabtu (09/05) malam.

Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya saat di konfirmasi perkembangan kasus dugaan pencurian helm di warung kopi Bening North.

Menurutnya, sudah ada kesepakatan perdamaian dan ada kesalahpahaman meski dirinya tidak menerangkan secara detail dan rinci soal kasus tersebut.

“Ya sudah selesai mas, karena ada kesalahpahaman saja, helm yang di curi sudah tak layak, apalagi pelaku masih anak-anak.” Ujar Vian melalui seluler nya. Senin (11/05).

Saat ditanya soal kronologi serta indentitas pelaku berikut korban, Vian Wijaya belum memberi keterangan resmi, meski dirinya sudah berjanji akan memberi data kronologi beserta indentitas nya.

Hingga berita ini di tulis tim belum mendapatkan kabar serta keterangan resmi dari Polsek Genteng soal perdamaian kedua belah pihak kasus pencurian Helm tersebut.

Diberitakan sebelumnya, dua remaja diduga telah melakukan pencucian helm di Warkop Bening North, Kapasari Surabaya, pelaku berikut barang buktinya diamankan ke Polsek Genteng untuk proses penyidikan lebih lanjut

Sempat ditangkap warga berikut korban saat hendak membawa kabur helm yang berada di parkiran sepeda motor. Kejadian tersebut juga memantik perhatian masyarakat yang melintas di jalan raya.

Namun, justru yang menjadi pertanyaan publik terkait maling helm tersebut. pelaku justru tidak dilakukan penahanan oleh Polsek Genteng, dan tidak ada kejelasan hukum bagi para pelaku.

Sebab kejadian pencurian itu bukan kali pertama di warkop Bening, berdasarkan informasi dari pengunjung, sudah sering kali terjadi, sebelumnya di warkop juga terjadi pencurian sepeda motor.

Tetapi, pihak warkop enggan bertanggung jawab atas kehilangan tersebut, padahal tempat tersebut dijadikan tongkrongan para remaja bahkan para orang tua.

“Warkop juga ramai dipadati pengunjung, selain remaja juga ada orang dewasa nongkrong disini, tak hanya itu juga sering ada tawuran antar pemuda.” Ungkap Syafi’i.

Syafi’i juga berharap agar pihak kepolisian lebih meningkatkan patroli di warkop agar menciptakan suasana aman dan nyaman tanpa khawatir adanya pencurian maupun tawuran.

“Saya berharap agar kepolisian lebih meningkatkan patroli dan pengawasan lagi di lingkungan warkop Bening agar situasi terlihat aman serta mengurangi ruang gerak pelaku kejahatan serta aksi tawuran.” Pungkasnya.(Tim)

Tinggalkan Balasan