Surabaya – Seorang pria berinisial AY, (25), warga Kutai, Kalimantan Timur, Nyaris menjadia amukan warga setelah beberapa kali melakukan penipuan terhadap toko kelontong Madura yang berlokasi di Dukuh Bulak Banteng Sekolahan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.
Pelaku ditangkap begitu berulah kembali dengan Modus transaksi tarik tunai menggunakan QRIS palsu, pelaku menggunakan aplikasi AI Artificial 66. Pelaku lima kali melancarkan aksinya di toko tersebut.
Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto membenarkan atas pria yang diamankan dalam kasus penipu modus QRIS palsu. Pelaku sempat nyaris jadi amukan massa, sebelum di amankan polisi.
“Ya, pelaku sempat nyaris dimassa, untung petugas segera datang dan mengamankan pelaku.” Ujar Yuyus. Jum’at (29/05).
Lanjut, Yuyus menjelaskan pelaku. pada 11 Februari 2026, datang ke toko tersebut untuk menarik tunai kepada korban IN (25) karyawan, kemudian pelaku menerima uang dari korban sebesar 370 ribu rupiah.
“Korban tak menyadari jika QRIS tersebut palsu, sudah diedit sebelumnya oleh pelaku, dan baru menyadari ketika uang transfer belum masuk ke ponsel korban.” Katanya.
Masih kata Yuyus, begitu ke empat kalinya, pelaku kembali dan mencoba melancarkan aksinya, Namum, pelaku gagal lantaran korban sudah mengetahui aksinya sehingga korban menangkap pelaku hingga penangkapan tersebut menjadi perhatian warga sekitar
“Dalam aksinya pelaku, korban mengalami kerugian sebesar Rp 3,390 juta. Sementara pelaku saat itu sempat mendapat bogeman mentah setelah korban MNR (35) mengamankan pelaku.” Ungkapnya.
Selanjutnya tersangka bersama barang bukti sebuah henphone diamankan ke Polsek Kenjeran untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut, serta meminta keterangan korban.
“Atas kasus ini kami masih mendalami dan masih kembangkan pelaku apakah ada korban lain selain di toko kelontong Madura di Dukuh Bulak Banteng Sekolahan Surabaya.” Pungkasnya.(Sy)









