Lampung Selatan, Transpos.id. – Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah milik pasangan Wandi dan Nur, warga RT 03/RW 03 Desa Belambangan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 10.15 WIB.
Peristiwa terjadi saat rumah dalam keadaan kosong. Wandi diketahui sedang berdagang keliling, sementara istrinya, Nur, berjualan di pasar sejak pagi hari.
Kepala Desa Belambangan, A. Rahmat, menjelaskan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik di bagian dapur.
“Sekitar pukul 10.15 WIB muncul percikan api yang diduga berasal dari instalasi listrik di dapur. Api kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah,” jelasnya.
Dalam waktu kurang lebih 15 menit, kobaran api melalap bangunan hingga rata dengan tanah. Warga sekitar bersama Ketua RT dan aparatur desa berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya agar tidak merembet ke rumah lainnya.
Berkat kesigapan warga, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan di sekitar lokasi. Namun, rumah korban tidak dapat diselamatkan.
Akibat kejadian tersebut, seluruh harta benda milik korban hangus terbakar. Korban dilaporkan hanya menyisakan pakaian yang melekat di badan.
“Kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta hingga Rp70 juta,” ungkap A. Rahmat.
Pemerintah Desa Belambangan langsung melakukan pendataan administrasi dan dokumentasi pascakejadian, serta melaporkan peristiwa tersebut ke pihak Kecamatan Penengahan untuk ditindaklanjuti dan diteruskan kepada instansi terkait di Kabupaten Lampung Selatan.
Kepala desa menyampaikan rasa prihatin mendalam, terlebih musibah terjadi di bulan suci Ramadan.
“Mudah-mudahan kejadian ini mendapat perhatian dari pemerintah kecamatan maupun kabupaten. Kami turut berduka atas musibah yang menimpa Pak Wandi dan Ibu Nur,” ujarnya.
Untuk sementara, pasangan tersebut akan tinggal bersama kerabat yang berada di desa yang sama.
Atas kejadian ini, pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama memastikan instalasi listrik aman serta tidak meninggalkan kompor gas dalam keadaan menyala saat rumah ditinggal.
“Musibah bisa terjadi kapan saja. Mari kita tingkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi solidaritas warga yang bahu membahu membantu proses pemadaman.
“Kita doakan semoga Pak Wandi dan Ibu Nur diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini. Insyaallah setiap musibah ada hikmahnya,” tutup A. Rahmat.(red/Hb)









