Pedagang Kaki Lima Terancam di Pindah Pasar Tumpah Tambak Wedi Surabaya Ditertibkan

SURABAYA – Sebuah insiden menegangkan terjadi di pasar tumpah jalan Tamba Wedi, Kecamatan Kenjeran, kota Surabaya, Jum’at (24/04) bahwa sejumlah pedagang pasar di jalan raya tepatnya di atas drainase atau saluran air di tertibkan Satpol-PP

Pasalnya, sejumlah pedagang pasar yang berada di bahu jalan mengakibatkan dampak kemacetan sehingga petugas gabungan Satpol-PP kecamatan dan kota Surabaya serta TNI Polri melakukan penertiban.

Hal itu di benarkan oleh lurah Tambak Wedi Fian Surya bahwa penertiban ini berdasarkan aduan yang mana di jalan Tambak Wedi ini sering mengakibatkan rawan kemacetan lantaran ada pedagang kaki lima (PKL) liar

“Tak hanya laporan, kami juga melakukan tindakan berdasarkan instruksi dari bapak wali kota Surabaya agar para pedangan tidak berjualan atau buka lapak di atas saluran air.” Kata Surya. Jum’at (24/04)

Surya juga menjelaskan bahwa penertiban ini juga memberikan himbauan kepada para pedangan pasar secara humanis. agar tidak membuka lapak di pinggir jalan yang mengakibatkan dampak kemacetan

“Juga menghimbau agar PKL pasar di sepanjang jalan Tambak Wedi tidak berjualan kembali, kegiatan tersebut bakal akan dilaksanakan selama seminggu.” Jelas Surya.

Surya juga menegaskan bahwa pedangan pasar liar di jalan Tambak Wedi diminta agar pindah tempat di pasar tradisional yang tidak berada di atas drainase juga bisa menempati di pasar milik pemerintah kota.

“Jadi para PKL diminta agar tidak berjualan di pinggir jalan maupun di atas saluran air sehingga kami lakukan patroli setiap hari selama seminggu.” Ujarnya.

Sementara dalam pantauan media ini petugas gabungan disamping menertibkan para pedagang liar juga terlihat mengangkut meja, kursi dan barang milik PKL yang menyebabkan mengganggu aktivitas jalan umum.

Menurut keterangan Muna salah satu pedagang pasar mengaku bahwa penertiban yang dilakukan Satpol-PP secara tiba-tiba atau mendadak itu tanpa ada pengumuman secara lisan maupun tertulis.

“Ya penertiban dilakukan secara tiba-tiba. jadi petugas tanpa memberi edukasi terlebih dahulu, pokoknya barang saya diangkut dan diberi surat.” Beber muna.

Muna kecewa dengan penertiban yang dilakukan petugas, menurutnya. penertiban tersebut merupakan sangat merugikan. saya tidak liar dan saya punya stan untuk berjualan pisang di pasar ini.

“Jika saya tidak membuka di depan stan saya gimana bisa laku dagangan saya jika barang saya ditempatkan didalam rumah.” Tandanya

Sambung Surya, untuk pemberitahuan terhadap para pedagang pasar tidak sekali dilakukan,pada bulan puasa lalu pihaknya sudah melakukan sosialisasi melalui dari secara lisan maupun tertulis, tetapi pihaknya masih memberikan kelonggaran untuk bisa berjualan

“Hingga penertiban kembali di lakukan, harapan kami supaya para pedagang pasar liar tidak semena-mena berjualan di pinggir jalan maupun di atas drainase.” Tambah Surya.

Petugas bakal terus melakukan patroli dan monitoring aktivitas pasar tumpah tambak Wedi agar tidak menggangu jalan atau kendaraan yang melintas.

“Kegiatan ini dipastikan akan berlanjut hingga seminggu terakhir, agar tidak dikira sudah ditertibkan para pedangan kembali lagi.” Pungkasnya. (Sy)

Tinggalkan Balasan