Akhirnya Ditangkap Polisi Pelaku Pencuri Tandon Air di Perak Timur Surabaya yang Viral di Medsos 

Surabaya – Patut mendapat acungan jempol, anggota Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil tangkap pelaku pencurian tandon air di sebuah toko spedisi di kawasan Perak Timur usai videonya viral di media sosial.

Pelaku berinisial AFF (44) warga kawasan Kalimas Baru, Perak Utara. Surabaya, ia ditangkap setelah kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan kasus pencarian tandon air yang meresahkan masyarakat sekitar

Kasi Humas Polres Tanjung Perak Iptu Suroto menjelaskan penangkapan AFF berdasarkan laporan korban berikut viralnya vidio yang tersebar di plafon media sosial. Pelaku ditangkap pada Senin (27/04) dirumah nya.

“Petugas yang di pimpin lansung Ipda Mustofa Kanit Jatanras ini langsung pasang mata, telinga serta mengindikasi rekaman CCTV sehingga pelaku dapat di dibekuknya.” Ujar Suroto Rabu (29/04)

Lanjut Suroto mengungkapkan Saat dilakukan penangkapan di kediamannya, polisi menemukan sejumlah barang yang identik dengan yang terekam dalam CCTV. Di antaranya pakaian yang dikenakan saat beraksi serta kendaraan yang digunakan pelaku.

“Barang bukti yang diamankan meliputi rekaman CCTV, dokumen pembelian tutup besi dari pihak korban, serta pakaian dan sepeda motor milik tersangka yang sesuai dengan visual rekaman.” Kata Suroto.

Suroto juga memaparkan kronologi pencurian itu, pelaku beraksi seorang diri, saat mencuri besi penutup tandon air pelaku masuk dengan cara naik dari pagar dan mencuri besi penutup tandon yang ada di depan toko ekspedisi.

“Tindakan pencurian itu dilaporkan oleh pemilik ekspedisi PT Lie Jasa Transportasi di Jalan Perak Timur No. 68-A, usai mengetahui ada barang miliknya yang hilang.” Ungkapnya.

Suroto belum sepenuhnya memberikan pernyataan resmi soal jejak pelaku, sementara itu di lokasi kerap kali terjadi pencurian, Kasun ini bukan pertama kali terjadi bahkan sudah beberapa kali korban mengeluh kehilangan

Benarkah pelaku ini yang selalu melakukan pencurian di kawasan tersebut, apakah ada kelompok lain selain pelaku. Tunggu berita berikutnya.(Sy)

Tinggalkan Balasan