Mewariskan Mata Air, Bukan Air Mata: Penanaman Buah di Hutan Tinawun untuk Jaga Ekosistem

Bojonegoro – Upaya pelestarian lingkungan terus digencarkan melalui kegiatan penanaman tanaman buah di kawasan Hutan Tinawun, Segero Petak 81h KPS RPH Tinawun, Desa Ketileng, wilayah BKPH Malo, KPH Parengan.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Asper/KBKPH Malo Isnan, KRPH Malo Wartomo, KRPH Tinawun Damari, mandor RPH Tinawun, Ketua LMDH Desa Ketileng Suntoro, para petani hutan, serta pengamat lingkungan Kang Ipung.

Kegiatan penanaman ini difokuskan pada perlindungan mata air dan pengkayaan Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) yang memiliki fungsi penting sebagai daerah resapan. Penambahan tanaman buah dan vegetasi penutup diharapkan mampu memperkuat struktur tanah, meningkatkan daya serap air, serta menciptakan kawasan hutan yang lebih sejuk, hijau, dan indah.

Selain aspek ekologis, penanaman tanaman produktif ini juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar, khususnya petani hutan yang terlibat langsung dalam pengelolaan kawasan.

Asper/KBKPH Malo, Isnan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan.

“Penanaman ini menjadi langkah nyata untuk menjaga sumber mata air sekaligus memastikan hutan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua LMDH Desa Ketileng, Suntoro, menegaskan kesiapan masyarakat dalam merawat tanaman yang telah ditanam.

“Kami bersama petani hutan siap menjaga dan merawat tanaman ini. Harapannya bisa menjaga lingkungan sekaligus memberi manfaat bagi warga,” ungkapnya.

Sementara itu, pengamat lingkungan Kang Ipung turut mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam menjaga keseimbangan alam.

“Upaya seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem, terutama dalam menjaga mata air dan memperkaya vegetasi hutan. Ini harus terus dijaga dan dirawat bersama,” tuturnya.

Dengan keterlibatan berbagai pihak, termasuk jajaran Perhutani, LMDH, dan masyarakat, kegiatan ini menjadi wujud sinergi nyata dalam menjaga keseimbangan antara fungsi ekologis dan ekonomi hutan, sehingga tetap lestari dan memberi manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Penulis: IpEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan