Forum Segekhi Suku Serahkan Surat Penolakan PLTP Gunung Rajabasa ke Bupati dan DPRD Lampung Selatan, Tegaskan Sikap Tanpa Kompromi

LAMPUNG SELATAN, Transpos.id. – Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi PLTP di kawasan Gunung Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, terus menguat. Gerakan Masyarakat Peduli Gunung Rajabasa GMPGR melalui Forum Segekhi Suku secara tegas menyatakan sikap menolak megaproyek tersebut demi menjaga kelestarian alam dan ruang hidup masyarakat adat.

Komitmen penolakan ini dikukuhkan dalam pertemuan adat pada Sabtu 13/6/2026 malam di Lamban Balak Pengikhan Puk Sabuay Nimbau. Sebagai tindak lanjut, massa yang bergerak dari Posko Forum Segekhi Suku mendatangi Kantor Bupati dan Gedung DPRD Lampung Selatan untuk menyerahkan surat penolakan resmi secara langsung, pada Senin 22/6/2026.

*Penyerahan Surat ke Pemkab, Sekda Terima Aspirasi*
Di Kantor Bupati Lampung Selatan, perwakilan Forum Segekhi Suku disambut Sekretaris Daerah Sekda Supriyanto, didampingi staf ahli bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat. Pihak Pemkab menyatakan akan segera meneruskan isi surat penolakan tersebut kepada Bupati Lampung Selatan Raditya Egi Pratama.

Penasehat Hukum Forum Segekhi Suku Shofadli SY, S.E., S.H., http://M.E.Sy., M.H. menegaskan penyerahan surat ini adalah jalur resmi yang ditempuh masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mutlak kepada kepala daerah dan legislatif.

 

“Hari ini kami menyampaikan surat penolakan atas rencana pengeboran Gunung Rajabasa kepada Bupati Lampung Selatan dan DPRD Lampung Selatan. Kami akan menunggu bagaimana sikap resmi Bupati terkait surat ini. Selanjutnya, kami akan kembali bermusyawarah dengan Forum Segekhi Suku untuk menentukan langkah pergerakan ke depan. Yang pasti, kami tetap menolak apa pun bentuknya,” ujar Shofadli saat keterangan pers di lokasi.

*Sikap Tegas Forum: Tidak Ada Ruang Kompromi*
Ketua Forum Segekhi Suku Beta Rahmi Adok Pengikhan Puk Sabuay Nimbau menambahkan pernyataan keras dari internal forum. Ia menegaskan tidak ada ruang kompromi terkait proyek pemanfaatan energi panas bumi di gunung yang dianggap sakral tersebut.

“Kami menolak dengan keras rencana tersebut. Sejak awal, kami sudah menyatakan sikap untuk tidak setuju dengan kegiatan itu. Tidak ada tawaran atau kompromi, khususnya bagi forum kami. Kami akan terus berjuang. Ini adalah jihad kita untuk mempertahankan alam agar Gunung Rajabasa tetap lestari bagi generasi mendatang,” tegasnya.

*DPRD Lamsel Terima Aspirasi dan Janji Kawal*
Usai menyambangi kantor eksekutif, rombongan Forum Segekhi Suku melanjutkan aksi ke Kantor DPRD Lampung Selatan. Mereka diterima langsung oleh Wakil Ketua II Beny Raharjo, Wakil Ketua Komisi I Jenggis Khan Haikal, anggota Komisi III Bowo Edi Anggoro, dan anggota Komisi III Ismail.

Perwakilan legislatif menyambut baik dan mengapresiasi langkah damai serta terstruktur yang dilakukan lintas adat dan suku dalam Forum Segekhi Suku.

“Aspirasi ini kami terima dengan baik. Kami sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang menjadi kehendak dari Forum Segekhi Suku serta lintas adat ini. Isu ini akan segera kami sampaikan kepada Ketua Dewan dan pemerintah daerah agar bisa segera didiskusikan bersama demi mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” ujar perwakilan anggota DPRD Lampung Selatan di hadapan forum.

Forum menegaskan akan terus mengawal isu ini dan melakukan musyawarah lanjutan untuk menentukan langkah pergerakan berikutnya. Mereka berharap pemerintah daerah dan DPRD segera mengambil sikap resmi terkait rencana PLTP Gunung Rajabasa. *(red)

Tinggalkan Balasan