Surabaya – Pernyataan kontroversial Amien Rais kembali menuai sorotan publik. Kali ini, mantan Ketua MPR RI tersebut menjadi perhatian usai beredarnya video yang menyinggung kedekatannya Prabowo Subianto dengan Teddy Indra Wijaya.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Madura Indonesia (AMI) angkat suara. Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Amien Rais yang dinilai tidak didukung data yang jelas.
“Tokoh publik seharusnya menghadirkan ketenangan, bukan justru memicu kegaduhan. Jangan asal menyampaikan isu tanpa fakta yang terverifikasi. Ini berbahaya bagi stabilitas sosial,” tegas Baihaki dalam keterangannya, Minggu (3/5).
Menurutnya, penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya, terlebih disampaikan oleh figur nasional, berpotensi menyesatkan publik dan memicu konflik di tengah masyarakat.
“Kalau hanya berbasis asumsi atau kabar yang tidak jelas sumbernya, sebaiknya ditahan. Rakyat saat ini membutuhkan kepastian, bukan narasi liar yang bisa memecah belah,” lanjutnya.
AMI juga menekankan pentingnya etika komunikasi publik, khususnya di era digital di mana arus informasi begitu cepat dan kerap tidak terfilter.
Sebelumnya, Partai Golkar melalui Sekjen M. Sarmuji juga telah mengingatkan Amien Rais agar lebih mengontrol diri dalam merespons isu yang belum jelas kebenarannya.
Bahkan dari internal Partai Ummat, muncul penilaian bahwa pernyataan tersebut merupakan sikap pribadi dan dinilai tidak mewakili kepentingan partai.
AMI pun mengingatkan seluruh tokoh bangsa untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik.
“Jangan sampai opini pribadi berubah menjadi bola liar yang merugikan bangsa sendiri. Ini bukan sekadar soal politik, tetapi tanggung jawab moral kepada rakyat,” pungkas Baihaki.(Sy)









