LAMPUNG SELATAN, Transpos.id. – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan, Agnatius Syahrizal, merespons positif aksi gotong royong warga Desa Taman Agung dan Desa Gunung Terang dalam memperbaiki jalan rusak yang viral di media sosial.
Pernyataan itu disampaikan setelah beredar video di akun Facebook atas nama Rudy Yansyah. Dalam unggahan tersebut, pemilik akun menulis, “Inilah derita jalan di desa kami, dari tahun ke tahun belum pernah tersentuh.” Aksi swadaya masyarakat ini sebelumnya juga diberitakan sejumlah media dengan judul “Warga Lampung Selatan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak, Desak Realisasi Janji Infrastruktur”.
Menanggapi hal itu, Agnatius memastikan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah menganggarkan perbaikan untuk ruas jalan tersebut pada tahun anggaran berjalan.
“Untuk Ruas Gunung Terang – Merak Belantung tahun ini ada penanganan sepanjang kurang lebih 2.200 meter. Titik awal penanganannya dimulai dari pertigaan Grand Elty,” jelas Agnatius melalui pesan tertulis WhatsApp, Sabtu sore (23/5/2026).

Anggaran Turun, PUPR Komitmen Pemerataan
Agnatius mengakui adanya penurunan alokasi anggaran pembangunan jalan pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, PUPR tetap berkomitmen melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Lampung Selatan.
“Nanti kita masukkan di prioritas kalau ada penambahan di perubahan. Ada beberapa titik yang memang perlu dilakukan penanganan segera. Jadi, ada beberapa yang skala prioritasnya kita tunda, tetapi tetap kita tangani dengan menyesuaikan anggaran tahun ini. Yang pasti, tahun ini ada pemerataan pembangunan infrastruktur di 17 kecamatan,” ujarnya.
Pihak Dinas PUPR juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan kerja sama masyarakat yang aktif memberikan informasi serta merawat lingkungan sekitar.
Prioritas Tambahan Jika Ada APBD Perubahan
Ke depan, jika terdapat penambahan anggaran pada APBD Perubahan, dinas terkait akan mengupayakan agar titik-titik kerusakan jalan yang belum terakomodasi saat ini dapat masuk ke dalam skala prioritas tambahan.

Pernyataan ini sekaligus menjawab desakan warga agar janji pembangunan infrastruktur segera direalisasikan, menyusul aksi gotong royong yang dilakukan secara mandiri karena kondisi jalan yang dinilai sudah tidak layak.(red)









