Lampung Selatan, Transpos.id. – Tingginya angka kebakaran dan kondisi darurat di Kabupaten Lampung Selatan sepanjang Januari hingga 11 Mei 2026 menjadi perhatian serius. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan mencatat puluhan kasus kebakaran serta ratusan aksi evakuasi terjadi hampir di seluruh wilayah kecamatan.
Data tersebut disampaikan Kabid Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah mewakili Kepala Dinas Damkarmat Sefri, berdasarkan laporan resmi penanganan kebakaran dan penyelamatan Januari hingga Mei 2026.
*37 Kebakaran, Rumah Warga Dominasi Kasus*
Dari total 37 peristiwa kebakaran yang tercatat, kebakaran rumah menjadi kasus paling dominan dengan jumlah 18 kejadian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6 kasus dilaporkan tidak sempat tertangani.
Selain rumah warga, kebakaran juga terjadi pada berbagai bangunan usaha dan fasilitas lainnya, meliputi:
– Kebakaran bank sampah: 1 kejadian
– Kebakaran bus: 3 kejadian
– Kebakaran pabrik kopra: 1 kejadian
– Kebakaran limbah sabut kelapa: 1 kejadian
– Kebakaran gudang peralatan pangkalan pasir: 1 kejadian
– Kebakaran gudang kopra: 1 kejadian
– Kebakaran gardu listrik: 1 kejadian
– Kebakaran gudang minyak: 1 kejadian
– Kebakaran pabrik penyulingan minyak cengkeh: 1 kejadian
– Kebakaran PT Baraka Ekspres: 1 kejadian
– Kebakaran PT Sejati Rubber Wood: 1 kejadian
– Kebakaran rumah akibat sambaran petir: 1 kejadian
– Kebakaran listrik: 1 kejadian
– Kebakaran usaha fotokopi: 1 kejadian
– Kebakaran pohon: 1 kejadian
– Kebakaran ruko: 1 kejadian
– Kebakaran pondok pesantren: 1 kejadian
*Jati Agung Wilayah Terbanyak*
Berikut rincian wilayah kejadian kebakaran di Kabupaten Lampung Selatan:
Wilayah Jumlah Kejadian Tidak Tertangani
Kecamatan Jati Agung 7 Kejadian 0
Kecamatan Kalianda 5 Kejadian 0
Kecamatan Natar 5 Kejadian 0
Kecamatan Tanjung Bintang 4 Kejadian 0
Kecamatan Palas 3 Kejadian 0
Kecamatan Penengahan 3 Kejadian 1
Kecamatan Candipuro 2 Kejadian 1
Kecamatan Rajabasa 2 Kejadian 1
Kecamatan Tanjung Sari 2 Kejadian 2
Kecamatan Ketapang 1 Kejadian 0
Kecamatan Way Sulan 1 Kejadian 0
Kecamatan Katibung 1 Kejadian 1
Kecamatan Bakauheni 1 Kejadian 0
*265 Kasus Evakuasi Non-Kebakaran*
Tak hanya berjibaku memadamkan api, Damkarmat Lampung Selatan juga menangani sebanyak 265 kasus evakuasi non-kebakaran.
Kasus evakuasi terbanyak didominasi sarang tawon mencapai 161 kejadian dan evakuasi ular sebanyak 58 kejadian. Selain itu, petugas Damkarmat juga menangani evakuasi biawak, tupai, pohon tumbang, monyet, bangkai anjing, bangkai tikus, kucing, cincin, tabung gas, buaya, tokek, kerbau, hingga jari terjepit. Petugas juga melakukan penanganan tabung gas bocor.
Berikut rincian jumlah evakuasi di 17 kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan:
Wilayah Jumlah Kejadian
Kalianda 79 Kejadian
Natar 47 Kejadian
Jati Agung 38 Kejadian
Tanjung Bintang 32 Kejadian
Sidomulyo 13 Kejadian
Katibung 9 Kejadian
Candipuro 8 Kejadian
Sragi 8 Kejadian
Palas 8 Kejadian
Ketapang 6 Kejadian
Merbau Mataram 5 Kejadian
Way Panji 5 Kejadian
Bakauheni 2 Kejadian
Tanjung Sari 2 Kejadian
Rajabasa 2 Kejadian
Way Sulan 1 Kejadian
Penengahan 0 Kejadian
*Edukasi Damkar Gencar Digelar*
Selain penanganan kebakaran dan evakuasi, Damkarmat Lampung Selatan juga aktif melakukan penyelamatan lain seperti penanganan banjir, penyiraman tumpahan solar di jalan raya, membuka kendaraan terkunci, hingga mengevakuasi warga yang terjebak di kamar mandi.
Damkarmat Lampung Selatan juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui program Flashmob dan Inovasi Edukasi Dini Damkar (Dudidam). Tercatat sebanyak 154 kegiatan edukasi telah dilaksanakan mulai tingkat PAUD/TK hingga perguruan tinggi di 17 kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan.
*Kerugian Miliaran, Masyarakat Diimbau Waspada*
Kabid Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah mengungkapkan total kerugian akibat puluhan kebakaran tersebut ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Ia berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, baik di lingkungan rumah tangga maupun tempat usaha.
“Musibah kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Pastikan seluruh peralatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran benar-benar dalam kondisi aman sebelum bepergian, seperti mematikan kompor, alat elektronik, dan instalasi listrik,” ujar Rully, Senin (11/5/2026).
Ia juga menegaskan bahwa kesadaran masyarakat menjadi langkah awal mencegah kerugian lebih besar akibat kebakaran.
“Jangan pernah menganggap sepele hal-hal kecil seperti kabel listrik rusak, kompor menyala, atau pembakaran sampah sembarangan. Kewaspadaan dan kepedulian bersama sangat penting demi menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan,” tambahnya.
Damkarmat Lampung Selatan juga mengajak masyarakat untuk menyimpan nomor layanan darurat pemadam kebakaran agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat ketika terjadi keadaan darurat.
“Pelayanan Damkarmat gratis dan siap siaga 24 jam. Jika terjadi kebakaran atau kondisi emergency lainnya, masyarakat segera hubungi call center Damkar Lampung Selatan di nomor 0822-7951-3682,” pungkasnya.(redHb)









